Tersangkut Narkotika, Warga Rusia Dideportasi dari Bali

 Tersangkut Narkotika, Warga Rusia Dideportasi dari Bali

DEPORTASI-Kantor Imigrasi mendeportasi dua orang warga Rusia,, salah seorang diantaranya tersangkut kasus narkotika.

DENPASAR, NETIZENINDONESIA-Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Sabtu (18/9) mendeportasi dua orang warga Rusia dari Bali. Pertama bernama Ekaterina Sidorenko. Kepala Kanwil Kemenkumham Bali, Jamaruli Manihuruk dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/9) menyebutkan warga Rusia tersebut melanggar Pasal 8 ayat (3) UU No 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. “Yang bersangkutan diserahterimakan dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai kepada Rudenim Denpasar 16 September 2021 sebelum akhirnya dideportasi setelah 3 hari,”kata Jamaruli Manihuruk.

Selain dideportasi, Ekaterina Sidorenko dimasukkan ke dalam daftar penangkalan Direktorat Jenderal Imigrasi. Pemberangkataan dilakukan melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai dikawal 3 orang petugas menggunakan pesawat Citilink menuju Bandara Intenasional Soekarno Hatta. Selanjutnya dinaikan pesawat Turkish Airlines dengan tujuan Jakarta (CGK) menuju Istanbul (IST) dengan nomor penerbangan TK 057, dan take off dari Istanbul (IST) menuju Moskow (VKO) dengan nomor penerbangan TK 417.

Diketahui yang bersangkutan masuk ke Indonesia dan tiba di Bali bulan Maret 2020 masuk melalui TPI Ngurah Rai dengan menggunakan Bebas Visa Kunjungan (BVK). “Yang bersangkutan dikenakan tindakan administrasi keimigrasian karena masa izin tinggal yang telah berakhir dan masih berada di wilayah Indonesia,”imbuh Jamaruli Manihuruk.

Sementara kedua, bernamma Vladimir Rybnikov . Dia melanggar Pasal 75 UU No 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian Jo Pasal 112 Ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Yang bersangkutan ditempatkan di Rudenim Denpasar setelah menyelesaikan masa tahanan di LP Kelas II A Kerobokan 16 September 2021,”sebut Jamaruli.

Vladimir dideportasi dan dimasukkan ke dalam daftar penangkalan Direktorat Jenderal Imigrasi. Dia diberangkatkan melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju Bandara Intenasional Soekarno Hatta. Selanjutnya maskapai Turkish Airlines dengan tujuan penerbangan dari Jakarta (CGK) menuju Istanbul (IST) dengan nomor penerbangan TK 057, dan take off dari Istanbul (IST) menuju Pulkovo Moskow (LED) dengan nomor penerbangan TK 401.

Diketahui Vladimir tiba di Bali April 2018. Pada 22 November 2018 divonis bersalah atas kepemilikan narkotika. Hakim menjatuhkan vonis pidana selama 4 tahun penjara dan denda sebesar 1M subsider 1 bulan penjara. (ais)

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *