Bapak Tiduri Anak Kandung Diganjar 14 Tahun Penjara

 Bapak Tiduri Anak Kandung Diganjar 14 Tahun Penjara

foto ilustrasi

DENPASAR,NETIZENINDONESIA- Wayan Setiawan sungguh keterlaluan. Dia bisa dibilang  tidak pantas dipanggil bapak lagi. Bagaimana tidak, pria berusia 29 tahun ini tega menyetubuhi anak kandungnya sendiri. Sadisnya lagi, perbuatan tak senonoh itu dilakukan disaat istrinya tengah menjalani perawatan di rumah sakit sehabis melahirkan anak ketiga. Hakim PN Denpasar pun geram menyidangkan Setiawan. Sontak, terdakwa Setiawan diganjar maksimal tanpa ada pertimbangan meringankan. Hakim ketua menjatuhkan hukuman 14 tahun penjara, sebanding dengan tuntutan jaksa Ni Wayan Swastini,  Selasa (20/4/2021).

Selain penjara, hakim Putu Ayu Sudariasih secara virtual juga menjatuhkan hukuman  denda sebesar Rp300 juta yang dapat digantikan dengan huhukuman selama tiga bulan penjara. Majelis hakim sependapat dengan dakwaan primer dari Jaksa Ni Wayan Swastini,SH yang menjerat terdakwa melanggar Pasal 81 Ayat (2) , ayat (3) UU RI No 17 th 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti UU RI no 1 th 2016 tentang Perubahan kedua atas uu RI No 13 th 2001 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.”Hal yang memberatkan terdakwa selain pernah menjalani hukuman juga berbelit-belit selama proses persidangan. Hal yang meringankan tidak ada,” tegas hakin dalam amar putusannya.

Perbuatan bejat bapak tiga anak asal Bangli ini baru terungkap kisaran bulan Mei 2019, lalu. Dimana saat itu ibu kandung korban melihat anaknya yang masih belia terlihat murung dan ketakutan. Tidak hanya itu, saat buang air kecil selalu menangis. Setelah didesak, menceritakan jika korban telah disetubuhi ayahnya. Bahkan itu dilakukan lebih dari sekali. Dirinya takut menceritakan karena ancaman dari ayahnya (terdakwa).

Aksi bejat ayahnya itu dilakukan saat ibu korban sedang lahiran anak ketiganya. Hal itu jadi awal pertama aksi bejat terdakwa menggagahi putri kandungnya sendiri. Selanjutnya, terdakwa mengajak kedua anaknya pulang ke kos di wilayah Jalan Tukad Batanghari, Renon. Setibanya di kos, korban dan adiknya tiduran dan terdakwa menonton Film dewasa yang diperlihatkan pada anak korban.  Entah apa yang merasupi otak terdakwa, langsung menarik putrinya dan memaksa korban melakuka perbuatan terlarang.  

Kemudian, terdakwa bersama korban kembali lagi ke rumah sakit. keesokan  harinya, aksi bejatnya kembali dilakukan terdakwa. Kelakukan bejat terdakwa terus dilakukan hingga istrinya ke luar dari Rumah Sakit usai lahiran. Bahkan terdakwa kali ini sampai nekat memasukkan kelaminnya dan dilakukan berulang kali. (maw)

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *