Ketika Mesin Listrik Mengubah Hidup Nelayan Kusamba Klungkung Bali

 Ketika Mesin Listrik Mengubah Hidup Nelayan Kusamba Klungkung Bali

Mesin Listrik kini digunakan nelayan Kusamba Klungkung menggantikan mesin kapal yang gunakan bahan bakar minyak.

NETIZENINDONESIA.ID-Di pesisir Kusamba, Klungkung Bali suara mesin kapal nelayan kini tak lagi selalu diiringi bau bahan bakar.

Perlahan, nelayan mulai terbiasa dengan mesin listrik yang lebih senyap dan hemat biaya. Perubahan itu menjadi bagian dari Program Nelayan Lestari, yang menutup tahun pertamanya pada Kamis (23/1).

Selama lebih dari setahun, nelayan tidak hanya diperkenalkan pada teknologi baru, tetapi juga diajak berproses bersama. Mesin kapal listrik, stasiun pengisian daya tenaga surya, hingga pelatihan teknis menjadi pintu masuk menuju kebiasaan melaut yang lebih ramah lingkungan dan efisien.

Namun, cerita perubahan tidak berhenti di laut. Istri-istri nelayan mengikuti pelatihan literasi keuangan dan kewirausahaan hijau.

Anak-anak muda desa belajar fotografi dasar, membuka peluang ekonomi baru dari pesisir. Bagi keluarga nelayan, Program Nelayan Lestari menjadi ruang belajar kolektif tentang bagaimana bertahan dan berkembang di tengah perubahan.

Perbekel Desa Kusamba, I Nengah Semadi Adnyana, menyebut pendekatan menyeluruh inilah yang membuat program diterima masyarakat. “Yang disentuh bukan hanya nelayannya, tapi seluruh keluarga. Dampaknya jadi terasa,” katanya.

Kini, dengan dimulainya Program Nelayan Lestari Tahun Kedua, nelayan Kusamba menatap fase baru. Bukan sekadar soal mesin listrik, melainkan tentang harapan bahwa laut tetap memberi penghidupan, tanpa harus mengorbankan lingkungan.(*)

netizenindonesia

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *