Ajak Wik Wik Adik Kelas di Toilet Mall Jimbaran, Siswa Asal Jepang Terancam 7,5 Tahun
Festival Dealing in Distance Hadir di Bali, Angkat Isu Diaspora dan Identitas

Goethe-Institut kembali menghadirkan festival mini keliling Dealing in Distance di Bali pada 22–25 Januari 2026
NETIZENINDONESIA.ID-Goethe-Institut kembali menghadirkan festival mini keliling Dealing in Distance di Bali pada 22–25 Januari 2026. Berlangsung di CushCush Gallery, Masa Masa, dan MASH Denpasar, festival ini menampilkan lebih dari 30 karya seniman Asia Tenggara dan diaspora, dengan fokus pada isu diaspora, migrasi, dan identitas.
Edisi Bali menjadi kelanjutan dari rangkaian festival di Vietnam awal Januari lalu. Sebanyak 20 lebih program publik disuguhkan, mulai dari pameran, pertunjukan, lokakarya, diskusi, hingga tur jalan kaki. Festival ini dirancang sebagai ruang riset dan dialog, yang memandang identitas sebagai proses yang terus bergerak antara konteks lokal dan global.
Dikuratori oleh RED Nguyễn Hải Yến bersama kurator lokal Wayan Sumahardika dan Savitri Sastrawan, Dealing in Distance menjadikan Bali sebagai lensa kritis untuk menyoal rasa kepemilikan, sejarah migrasi, dan pertemuan antara tradisi dan pengalaman kontemporer. Pertanyaan “Kamu dari mana?” pun menjadi benang merah refleksi budaya dalam festival ini.(*)