Ajak Wik Wik Adik Kelas di Toilet Mall Jimbaran, Siswa Asal Jepang Terancam 7,5 Tahun
Seru! 65 Siswa SD Bali Bertarung Adu Cerdik di Turnamen Catur Institute Of Justice Law Firm

Chairman Institute Of Justice Law Firm, Dr. Lukas Banu, SH dan Putu Parama Adhi wibawa, SH bersama tiga pemenang juara I,II,dan III turnamen catur tingkat SD di SD Tunas Daud Denpasar.
NETIZENINDONESIA.ID-Turnamen catur antarpelajar SD di Bali kembali menyedot perhatian. Sebanyak 65 siswa SD dari Denpasar dan Badung adu strategi dan kecerdikan dalam kompetisi catur yang digelar di SD Tunas Daud, Denpasar, Jumat (15/5/2026). Menariknya, ajang ini bukan sekadar soal menang atau kalah, tetapi juga menjadi upaya mengalihkan anak-anak dari kecanduan gadget.
Ketua penyelenggara dari Institute of Justice Law Firm, Dr. Lukas Banu, SH mengatakan, catur dipilih karena memiliki banyak manfaat positif bagi perkembangan anak. Mulai dari melatih strategi berpikir, daya ingat, kreativitas hingga sportivitas.
“Acara ini bukan semata-mata ajang kompetisi, tetapi bagaimana anak-anak bisa mendapatkan teman dan belajar bersosialisasi,” ujar Lukas Banu usai pertandingan.
Turnamen tersebut berlangsung penuh antusias. Para peserta tampak serius menyusun langkah demi langkah demi mengalahkan lawan di papan catur. Setelah melalui pertandingan ketat, i Gusti Ngurah Agung PA dari SD Adhi Mekar Indonesia berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih Natanael Manggala Arkana W dari JB School, sementara juara ketiga diraih Gusti Putu Agung Prebawa dari SD Santo Joseph.
Selain piala dan piagam, para pemenang juga mendapatkan hadiah uang tunai. Total ada 10 peserta terbaik yang berhasil membawa pulang penghargaan.
Menurut Lukas Banu, tantangan terbesar anak-anak saat ini adalah penggunaan gadget berlebihan yang bisa memicu kecanduan. Karena itu, pihaknya mencoba menghadirkan kegiatan alternatif yang lebih edukatif dan kreatif melalui olahraga catur.
“Jadi kami mencoba mengalihkan mereka ke kegiatan yang lebih kreatif, salah satunya bermain catur,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa turnamen ini bukan kali pertama digelar. Sebelumnya, kompetisi serupa sempat diadakan hingga tingkat SMA. Namun tahun ini fokus diberikan khusus untuk siswa SD karena dinilai menjadi usia penting dalam pembentukan karakter dan pola pikir anak.
Ke depan, pihak penyelenggara berencana kembali mengadakan turnamen dengan kategori yang lebih banyak agar semakin banyak pelajar bisa ikut berpartisipasi.
“Walaupun kami adalah kantor hukum, kami juga peduli terhadap pengembangan generasi muda ke depan,” imbuhnya.(*)