Juara Nasional Soroti Potensi Pecatur Cilik Bali, Sebut Banyak Bibit Bisa Tembus Level Nasional

 Juara Nasional Soroti Potensi Pecatur Cilik Bali, Sebut Banyak Bibit Bisa Tembus Level Nasional

Muhammad Kafi Maulana Juara PON Papua 2021 terkejut melihat tingginya antusiasme peserta dan kualitas permainan anak-anak SD dalam turnamen yang digelar Institute Of Justive Law Firm di Denpasar, Jumat (15/5/2026).

NETIZENINDONESI.ID– Turnamen catur pelajar usia dini di Bali mendapat perhatian dari pecatur nasional asal Yogyakarta, Muhammad Kafi Maulana. Juara PON Papua 2021 itu mengaku terkejut melihat tingginya antusiasme peserta dan kualitas permainan anak-anak SD dalam turnamen yang digelar Institute Of Justive Law Firm di Denpasar, Jumat (15/5/2026).

Menurut Kafi, sejumlah peserta bahkan dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang hingga level nasional apabila mendapatkan pembinaan yang berkelanjutan.

“Saya cukup kaget karena pesertanya banyak dan permainannya juga bagus. Ada beberapa anak yang menurut saya potensial untuk bisa naik ke tingkat nasional,” ujar Kafi usai menyaksikan turnamen catur pelajar di SD Tuna Daud Denpasar.

Kehadiran peserta dari berbagai sekolah, termasuk sekolah berbasis Kristen, menunjukkan bahwa olahraga catur mulai diminati banyak kalangan di Bali. Kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi kebangkitan olahraga adu strategi itu di Pulau Dewata.

Kafi menilai Bali sebenarnya memiliki sejarah kuat dalam dunia catur nasional. Karena itu, menurutnya, kebangkitan prestasi catur Bali harus dimulai dari pembinaan atlet usia muda secara serius dan konsisten.

“Kalau ingin membangkitkan olahraga catur lagi, memang harus dimulai dari junior dulu. Dari SD, SMP, SMA, lalu pelan-pelan dinaikkan. Semua itu proses, tidak mungkin langsung jadi,” katanya.

Pecatur yang pernah meraih gelar juara nasional di ajang PON Papua 2021 itu juga membagikan pengalamannya meniti prestasi hingga tingkat nasional. Selain juara PON, Kafi juga pernah menjadi juara DPR Master tingkat nasional yang diselenggarakan DPR RI.

Menurutnya, keberhasilan seorang atlet catur tidak hanya ditentukan bakat, tetapi juga frekuensi latihan, turnamen, dan dukungan lingkungan.

Ia pun mendorong para atlet muda Bali untuk terus belajar dan tidak cepat puas agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

“Harapannya anak-anak terus belajar dan terus semangat meningkatkan kemampuan supaya bisa berhasil di tingkat nasional, khususnya untuk Bali,” ujarnya.

Kafi juga membandingkan perkembangan catur di Yogyakarta yang dinilai cukup maju karena rutin menggelar turnamen dan kegiatan pembinaan.

“Jogja sudah lumayan bagus karena cukup sering ada kegiatan dan turnamen,” katanya.(*)

netizenindonesia

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *