Evakuasi Pesawat ATR yang Jatuh di Bulusaraung Sulsel Berlanjut, Total 9 Korban Ditemukan

 Evakuasi Pesawat ATR yang Jatuh di Bulusaraung Sulsel Berlanjut, Total 9 Korban Ditemukan

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban pesawat ATR yang jatuh di Maros Sulsel.

NETIZENINDONESIA.ID-Tim SAR Gabungan kembali menemukan jenazah korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan, Kamis (22/1).

Dengan temuan terbaru ini, jumlah korban yang berhasil ditemukan pascakecelakaan pesawat ATR pada Sabtu (17/1) lalu kini mencapai sembilan orang.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengungkapkan, kondisi jenazah yang ditemukan bervariasi, mulai dari korban yang masih utuh hingga berupa bagian tubuh (body part).

Dari sembilan korban tersebut, tiga jenazah telah berhasil dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar, sementara enam lainnya masih dalam proses evakuasi dari lokasi jatuhnya pesawat.

“Perlu kami luruskan, yang dimaksud body part di lokasi operasi bisa berupa bagian tubuh korban maupun bagian pesawat. Hingga hari ini, total ditemukan sembilan paket body part, dan enam korban masih terus kami evakuasi,” ujar Syafii kepada wartawan.

Ia menegaskan, proses evakuasi dilakukan secara hati-hati dengan mengutamakan keselamatan personel, mengingat medan Gunung Bulusaraung yang terjal serta cuaca yang berubah-ubah.

Seluruh korban yang berhasil dievakuasi akan diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel untuk proses identifikasi sesuai prosedur.

Syafii menambahkan, Tim DVI sebelumnya telah mengidentifikasi dua korban, yakni Deden Maulana dan Florencia Lolita Wibisono.

Saat ini, proses identifikasi terhadap temuan body part yang diserahkan Tim SAR pada Rabu (21/1) malam masih terus berlangsung.

Basarnas memastikan setiap perkembangan operasi SAR akan disampaikan secara resmi dan terverifikasi.

Masyarakat pun diimbau tidak mudah percaya pada informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

“Operasi evakuasi masih terus berjalan hingga hari ini,” tegas Syafii.(*)

netizenindonesia

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *