Ajak Wik Wik Adik Kelas di Toilet Mall Jimbaran, Siswa Asal Jepang Terancam 7,5 Tahun
Akun Google Maps Diretas, Pelanggan Toko Kue UD Ayu Denpasar Tertipu hingga Rp25 Juta

Toko Kue UD Ayu di Denpasar Selatan mengaku jadi korban hacker yang membajak akun google maps.
NETIZENINDONESIA.ID-Pemilik toko kue UD Ayu di Jalan Tukad Pakerisan, Denpasar Selatan, menjadi korban peretasan akun profil bisnis di Google Maps.
Pelaku mengganti nomor kontak resmi toko kue UD Ayu dengan nomor ponsel milik mereka untuk menipu pelanggan.
Akibatnya, sedikitnya enam pelanggan mengalami kerugian finansial, mulai dari ratusan ribu hingga belasan juta rupiah. Salah satu korban bahkan kehilangan uang hingga Rp12 juta dalam satu kali transaksi.
Pemilik UD Ayu, Made Widana, mengatakan praktik penipuan itu baru diketahui pada awal Januari 2026, setelah seorang pelanggan datang ke toko untuk mengambil pesanan yang diklaim sudah dibayar melalui transfer bank.
“Nomor WhatsApp kami di Google Maps diretas dan diganti dengan nomor pelaku. Padahal toko tidak pernah menerima pembayaran tersebut,” ujar Widana, Selasa (20/1).
Widana menegaskan, seluruh pembayaran yang dilakukan korban masuk ke rekening pribadi yang tidak terkait dengan UD Ayu. Estimasi total kerugian para pelanggan mencapai Rp25 juta. Selain kerugian materi, reputasi usaha yang telah dirintis sejak 2017 itu juga ikut terdampak.
Kasus ini telah dilaporkan ke Polda Bali dengan nomor laporan STPL/2500/XII/2025/SPKT/Polda Bali. Pihak toko juga mengajukan permohonan pemulihan akun ke Google serta mengganti nomor kontak resmi yang kini digunakan untuk melayani pelanggan.
Untuk mencegah korban bertambah, UD Ayu memasang pengumuman di toko dan menyebarkan peringatan melalui media sosial. Manajemen juga memperketat sistem transaksi dengan mengimbau pelanggan memastikan nomor rekening resmi sebelum melakukan pembayaran.
Kuasa hukum UD Ayu, Agus Sujoko, meminta aparat kepolisian, khususnya unit siber, segera memblokir nomor telepon pelaku dan menelusuri jaringan penipuan tersebut.
“Kami berharap penanganan cepat agar tidak ada lagi korban penipuan yang memanfaatkan perubahan data di Google Maps,” tegas Agus.(*)