Bali Utara Dikepung Bencana Alam, Dari Tanah Longsor hingga Jalan Jebol

 Bali Utara Dikepung Bencana Alam, Dari Tanah Longsor hingga Jalan Jebol

Salah satu rumah warga di Buleleng Bali Utara yang rusak parah akibat cuaca ekstrem.

NETIZENINDONESIA.ID-Kabupaten Buleleng Bali Utara diguncang bencana alam di berbagai wilayah. Dari data BPBD Buleleng tanggal 11–14 Januari 2026 tercatat 40 kejadian bencana alam.

Bencana alam yang terjadi antara lain tanah longsor, pohon tumbang, hingga banjir dengan korban meninggal satu orang.

Kepala BPBD Buleleng I Gede Suyasa menyebut, dari puluhan kejadian tersebut, longsor menjadi bencana paling dominan mencapai 23 kejadian.

Wilayah Kecamatan Banjar tercatat sebagai daerah paling terdampak. Desa Munduk mengalami tujuh kejadian longsor, sementara desa-desa lain di kawasan perbukitan seperti Kayuputih, Gobleg, Banyuseri, dan Tirtasari juga mengalami kondisi serupa.

“Selain Munduk, longsor juga terjadi di desa-desa yang berada di lereng perbukitan,” ujar Suyasa, Rabu (14/1).

Di Sawan, Desa Bebetin dilaporkan mengalami tiga kejadian longsor, sedangkan di Sukasada, material tanah menutup jalur utama dan permukiman warga di Desa Wanagiri, Selat, Gitgit, hingga Pegayaman.

Sementara itu, wilayah timur Buleleng Desa Les dan Tembok di Kecamatan Tejakula, serta Desa Sepang Kecamatan Busungbiu.

Selain tanah longsor, angin kencang memicu sembilan kejadian pohon tumbang. Dampak cuaca ekstrem juga merusak jalan jebol di Desa Ambengan (Sukasada), Desa Unggahan (Seririt), dan Desa Gesing (Banjar).

“Data yang kami terima masih bersifat sementara dan kemungkinan akan bertambah seiring laporan dari petugas di lapangan,” tutup Suyasa.(TON)

netizenindonesia

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *