WNA Swiss Jadi Tersangka di Bali, Kasus Unggahan Nyepi Masuk Ranah Hukum

 WNA Swiss Jadi Tersangka di Bali, Kasus Unggahan Nyepi Masuk Ranah Hukum

Penyidik Polda Bali resmi menetapkan seorang warga negara asing asal Swiss, Luzian Andrin Zgraggen, sebagai tersangka kasus unggahan Hari Raya Nyepi.

NETIZENINDONESIA.ID – Kasus unggahan media sosial (Medsos) yang menyinggung Hari Raya Nyepi berujung serius. Penyidik Polda Bali resmi menetapkan seorang warga negara asing asal Swiss, Luzian Andrin Zgraggen, sebagai tersangka.

Penetapan ini dilakukan setelah unggahan yang bersangkutan viral dan memicu keresahan masyarakat Bali.

Kabid Humas Polda Bali, Ariasandy, menjelaskan bahwa langkah hukum diambil usai penyelidikan mendalam terhadap konten yang dinilai mengandung unsur penghinaan berbasis agama.

“Penindakan dilakukan setelah unggahan terkait Nyepi viral dan menimbulkan keresahan,” ujarnya.

Luzian diamankan pada Jumat (20/3) malam setelah terdeteksi berada di kediaman Ni Luh Djelantik di kawasan Tumbak Bayuh, Mengwi, Badung. Penangkapan dilakukan setelah polisi mengikuti pergerakannya dari Kuta hingga Ubud.

Atas permintaan Ni Luh Djelantik, yang juga melaporkan kasus ini secara resmi ke kepolisian, pelaku kemudian dibawa ke kantor Ditressiber untuk pemeriksaan lanjutan.

Setelah melalui gelar perkara dan rangkaian penyidikan, Luzian resmi ditahan di Rutan Polda Bali.

Dalam kasus ini, tersangka dijerat dengan pasal dalam KUHP terbaru terkait penyebaran konten yang mengandung unsur kebencian berbasis agama melalui media elektronik.

Penyidik menyatakan seluruh unsur pidana telah terpenuhi, mulai dari subjek hukum, tindakan penyebaran melalui media sosial, hingga muatan yang dinilai menyinggung kelompok tertentu.

Saat ini, proses hukum masih terus berjalan. Polisi telah mengirimkan SPDP, menyita barang bukti berupa telepon genggam, serta memeriksa sejumlah saksi untuk memperkuat pembuktian.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi siapa pun—termasuk wisatawan asing—untuk menghormati nilai budaya dan keagamaan lokal, terutama di Bali yang menjunjung tinggi tradisi seperti Nyepi.(*)

netizenindonesia

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *