Tuntutan Korupsi Dana PEN, Eks Kadispar 4 Tahun

 Tuntutan Korupsi Dana PEN, Eks Kadispar 4 Tahun

RUGIKAN NEGARA-Para terdakwa kasus korupsi dana PEN dituntut berbeda oleh jaksa di Pengadilan Tipikor Denpasar.

DENPASAR, NETIZENINDONESIA – Kasus markup hibah dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang digunakan dalam program Buleleng Explore dan Bimtek CHSE Dinas Pariwisata Buleleng yang diadili di Pengadilan Tipikor, sampai pada agenda tuntutan jaksa, Selasa (7/9/2021). Berdasarkan fakta di persidangan, tuntutan yang diajukan jaksa pada majelis hakim berbeda-beda. Berdasarkan penjelasan Kasi Intel dan Humas Kejari Buleleng,AAN Jayalantara, tuntutan tertinggi diajukan pada mantan Kadis Pariwisata Sudama Diana yakni  4 tahun penjara, bayar uang pengganti Rp. 131.285.622, subsider 2 tahun. Kedua terdakwa Ayu Wiratini, dituntut 2 tahun penjara, membayar uang pengganti Rp. 15.500.000,subsider 1 tahun.

Di berkas ketiga, terdakwa  Budiani dituntut 3 tahun penjara dengan membayar uang pengganti Rp. 17.000.000, subsider 1 tahun 6 bulan. Berkas keempat, terdakwa Widiastra  dituntut 3 tahun penjara, bayar uang pengganti Rp. 51.600.000, subsider 1 tahun 6 bulan. Pada berkas keempat, terdakwa Sempiden dituntut 3 tahun bayar uang pengganti Rp. 42.320.000,subsider 1 tahun 6 bulan.

Berkas kelima dengan terdakwa Sudarsana tuntutannya 3 tahun, membayar uang pengganti Rp. 38.717.186, subsider 1 tahun 6 bulan. Berkas keenam dengan terdakwa Maheri Agung dituntut 3 tahunmembayar uang pengganti Rp. 275.571.592, subsider 1 tahun 6 bulan. Kemudian terdakwa gunawan dengan tuntutan  2 tahun, membayar uang pengganti Rp. 7.000.000, subsider 1 tahun.

“Pasal yang terbukti pasal 3 UU Tipikor sebagaimana didakwakan dalam dakwaan subside. Semua terdakwa masing-masing dihukum membayar denda Rp. 50 juta subsider 6 bulan kurungan dan dibebani membayar biaya perkara 5.000,”tegas Jayalantara usai sidang.

Disebutkan pula pertimbangan yang meringakan terdakwa dalam perkara ini semua terdakwa sudah mengembalikan kerugian negara dengan masing masing hitungan sesuai dengan uang pengganti. Adapun yang memberatkan perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah yang gencar membarantas korupsi. Dalam kasus ini, Kejaksaan Negeri Buleleng telah mengamankan uang yang disita sejumlah Rp 602 juta dari total kerugian negara sejumlah Rp 789.108.876.(ais)

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *