Titian Wilaras Akhirnya Dijebloskan ke LP Kerobokan

 Titian Wilaras Akhirnya Dijebloskan ke LP Kerobokan

MASUK LAPAS-Titian Wilaras dimasukkan LP Kerobokan kasus tindak pidana perbankan sesuai putusan MA.

DENPASAR, NETIZENINDONESIA-Kejari Denpasar akhirnya mengeksekusi bos BPR Legian, Selasa (28/9) sekitar pukul 22.30 wita. Pria kelahiran Medan, 13 Mei 1965 tersebut bersalah melakukan tindak pidana Perbankan. Kasi Intel dan Humas Kejari Denpasar, Putu Eka Suyanta dalam keterangan persnya, Rabu (29/9) menjelaskan pihak kejaksaan menjemput terpidana Titian Wilaras di rumahnya kawasan Sanur Denpasar setelah yang bersangkutan tidak mengindahkan panggilan pertama dan kedua.

Panggilan pertama, diterbitkan pada  31 Agustus 2021 dengan perintah Titian Wilaras agar datang ke Kejari Denpasaar Senin 6 September 2021. Surat panggilan pertama ini tidak diindahkan yang selanjutnya diterbitkan surat panggilan kedua dan ketiga. Pada panggilan ini, terdakwa menyatakan tidak bisa hadir dengan alasan sakit.

Pihak keluarga Titian Wilaras , Selasa (28/9)menyampaikan pada Kasi Pidum Kejari Denpasar, Bernard K. Purba dan jaksa ekskutor bahwa Titian Wilaras akan datang ke Kejari Denpasar pada sore hari. Akan tetapi, jaksa mendapat kabar baru terpidana Titian Wilaras mendadak sakit dengan tensi naik. “Malam hari sekitar pukul 21.00 wita, Kasi Pidum mendapat informasi kondisi terpidana Titian Wilaras membaik, kita amankan yang bersangkutan di rumahnya Jalan Pantai Karang No. 18 Sanur, Denpasar Selatan untuk dilakukan eksekusi,”kata Putu Suyanta.

Selanjutnya, sambung Suyanta, terpidana Titian Wilaras dibawa ke Lapas Kelas IIA Kerobokan guna menjalani putusan kasasi Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 1231 K/Pid.Sus/2021 yang menyatakan Membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 453/Pid.Sus/2020/PN Dps tanggal 17 Desember 2020. Dalam putusan kasasi itu disebutkan mengabulkan permohonan kasasi dari pemohon / penuntut umum  pada Kejaksaan Negeri Denpasar. Membatalkan putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 453/Pid.Sus/2020/PN Dps tanggal 17 Desember yang membebaskan terdakwa dari dakwaan .

Majelis hakim tingkat kasasi menyatakan Titian Wilaras telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana Perbankan sebagaimana diatur dan diancam podana dalam Pasal 50A Undang-undang RI No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah  dengan Undang-undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sesuai dakwaan tunggal penuntut umum. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 8 (delapan) tahun dan denda sebesar Rp. 10.000.000.000,- (Sepuluh Milyar Rupiah) subsidair 6 (enam) bulan kurungan.Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dikurangi seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. (ais)

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *