Tipu Puluhan Juta, Dukun Palsu Divonis 15 Bulan

 Tipu Puluhan Juta, Dukun Palsu Divonis 15 Bulan

PASRAH-Doni Syafi’i mendengarkan putusan hakim atas ulahnya menipu tiga orang berkedok dukun pengganda uang.

DENPASAR,NETIZENINDONESIA- Doni Syafi’i alias Raden Sasongko (39) harus merasakan hukumannya meringkuk di Lapas Kerobokan selama15 bulan.  Hukuman itu sebagai ganjaran atas penipuan yang dilakukan dengan mengaku memiliki ilmu bisa menggandakan uang. Akibat ulah terdakwa, tiga orang korban mengalami kerugian puluhan juta. Hakim Putu Gde Novyartha, menyatakan perbuatan terdakwa  terbukti melanggar  Pasal 378 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. “Memutuskan hukuman kepada terdakwa pidana penjara selama 1 tahun dan 3 bulan, dipotong selama terdakwa berada dalam tahanan,” tegas hakim Novyartha secara virtual, Selasa (6/4).

Jaksa Putu Windari Suli yang sebelumnya menuntut pidana penjara 18 bulan atau 1,5 tahun, menyatakan menerima putusan tersebut. Hal senada disampaikan terdakwa yang telah menikmati jutaan rupiah dari hasil kejahatannya. Pria asal asal Blambangan tersebut awalnya  ketemu tiga orang wanita dengan mengaku bisa menggandakan uang. Namun dirinya terlebih dahulu telah membuat trik tipuan yang membuat ketiga korbannya percaya.

Selanjutnya ketiga korban (Ni Ketut Sudiarsini, Ni Made Sutarmi, dan Nyoman Sukanasih) yang seluruhnya tinggal di Banjar Dangin Sema Desa/kelurahan Tumbak Bayuh, Kecamatan Mengwi, Badung, sepakat menyerahkan uang kepada terdakwa pada 21 Oktober 2020 sekira pukul 14.30 Wita. Uang itu diserahkan kepada terdakwa di rumah Sudiarsini. Dimana korban Sudiarsini menyerahkan Rp10juta, Sutarmi menyerahkan  Rp 30 juta, dan Sukanasih sebesar Rp 10 juta .

Seminggu kemudian terdakwa kembali bertemu dengan ketiga korban tadi. Terdakwa mengatakan uang Sudiarsini akan digandakan menjadi Rp600 juta, uang Sutarmi menjadi Rp1 miliar, dan saksi Sukanasih akan digandakan menjadi Rp 400juta. Terdakwa berjanji akan mentransfer uang hasil penggandaan tersebut ke rekening ketiga saksi korban pada 20 November 2020. Namun, saat waktu dijanjikan ternyata tidak ada jawaban hingga dilaporkan ke Polisi. Terdakwa saat diamankan, mengaku uang tersebut telah dibelikan mobil Honda Civic seharga Rp26 juta, membeli sepeda motor  Honda Vario 125 seharga Rp 12 juta, membeli HP Samsung  seharga Rp 2 juta, dan membayar kontrakan rumah sebesar Rp 10 juta. (maw)

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *