Terbukti Korupsi, Eks Sales BRI Divonis Dua Tahun Penjara

 Terbukti Korupsi, Eks Sales BRI Divonis Dua Tahun Penjara

SIDANG KORUPSI-Majelis hakim pimpinan Rumega menjatuhkan vonis pada eks karyawan BRI secara online.

DENPASAR,NETIZENINDONESIA-Mantan sales BRI Gajah Mada, Denpasar, Putu Ririn Lersia Oktavia (30), Kamis (22/4/2021) divonis bersalah. Majelis hakim pimpinan Wayan Gede Rumega dengan hakim anggota Miptahul dan Nurbaya L. Gaol, menghukum Ririn selama dua tahun penjara.

Terdakwa Lersia Oktavia ditegaskan hakim terbukti bersalah melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1), (2) dan ayat (3) UU RI No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No.20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Selain dipidana dua tahun, terdakwa juga dituntut membayar denda Rp 50 juta, dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama dua bulan. Selain itu, terdakwa juga dihukum membayar uang pengganti sebagai akibat kerugian keuangan negara sebesar Rp 494,6 juta. Jika tidak dibayar, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilakukan lelang untuk membayar uang pengganti. Jika dananya tidak mencukupi,  maka dipidana selama satu tahun. “Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi, sedangkan uang Rp 123, 6 juta yang disetorkan sebagai pembayaran kerugian negara, dihitung sebagai uang pengganti,” kata  hakim Rumega dala amar putusannya.

Sebelumnya JPU dari Kejari Denpasar, Astawa menuntut supaya Ririn dihukum 2,5 tahun penjara, denda Rp 50 juta, subsider 3 bulan kurungan dan uang pengganti Rp 494,6 juta. Terdakwa kelahiran Sulanyah, Seririt, Buleleng, 28 Oktober 1990 diajukan ke pengadilan lantaran mengambil dana nasabah yang menerima pelayanan pick up service atau antar jemput. Namun dana nasabah itu tidak disetorkan oleh terdakwa ke rekening nasabah yang bersangkutan melainkan digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka. 

Ada dua nasabah yakni satu perusahaan lokal, dan satunya perusahaan nasional. Kerugian yang dialami oleh cabang bank BUMN di Denpasar tersebut sebesar Rp 494.639.900. Perbuatan ini dilakukan terdakwa sekitar bulan Januari 2019 sampai dengan Desember 2019. (ais)

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *