Teganya, Engkong Tiduri Bocah Duabelas Tahun

 Teganya, Engkong Tiduri Bocah Duabelas Tahun

Ilustrasi

DENPASAR,NETIZENINDONESIA-Perbuatan Mijan alias Engkong,58, benar-benar keterlaluan. Warga Ciamis, Jabar tersebut tega meniduri anak dibawah umur. Usai sidang online di PN Denpasar, Selasa (23/2) terungkap,  jaksa penuntut umum (JPU) Ni Wayan Erawati Susina dalam dakwaannya menerangkan  terdakwa  Mijan alias Engkong melakukan perbuatan tak terpuji itu sekitar bulan Oktober 2020 atau sekitar pukul  18.00 Wita di kamar kos  Jalan Merpati Gg. Melon No. 27 lingkungan Manut Negara, Tegal Kerta, Denpasar Barat. “Terdakwa  dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk anak melakukan persetubuhan,” kata jaksa dalam dakwaan yang dibacakan di sidang pimpinan hakim Koni Hartanto.

Diterangkan dalam dakwaan, perbuatan Engkong itu berawal saat korban JA,12, bersama teman dan adiknya bermain di depan kamar kos saksi Bu Asih. Oleh karena saksi Bu Asih pergi ke warung, adik korban dan temannya  pergi ke rumah neneknya saksi Sunaryah sedangkan korban menemui terdakwa Engkong yang mendadak memanggilnya. “Sini Yang”, kata jaksa dalam dalam dakwaan menirukan panggilan terdakwa pada korban.

Sejatinya, panggilan terdakwa itu sudah ditolak korban.  ”gak mau kong, saya mau ke rumah mbah”, terdakwa kembali menjawab “udah sini aja sama engkong”, jawab terdakwa menarik tangan dan mengajak  korban JA masuk ke kamar.  Selanjutnya, terdakwa menutup pintu kamar dan menidurkan korban di kasur. Dalam waktu singkat adegan layak sensor pun terjadi.

Puas melampiaskan nafsu bejatnya, terdakwa yang bekerja sebagai buruh di Denpasar itu mengancam korban dengan mengatakan “ jangan bilang siapa-siapa ya”. Dari pemeriksaan dokter RS Sanglah ada dugaan perbuatan itu sudah beberapa kali dilakukan terdakwa. Dokter menyimpulkan ada robekan lama selaput dara akibat penetrasi tumpul. Tidak ditemukan tanda- tanda kekerasan pada bagian tubuh lainnya.

“Terdakwa kita dakwa melanggar Pasal 81 Ayat (2)   UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI. No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI. No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” beber jaksa dalam dakwaannya. (ais)

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *