Ajak Wik Wik Adik Kelas di Toilet Mall Jimbaran, Siswa Asal Jepang Terancam 7,5 Tahun
Skandal Kekerasan Seksual pada Tujuh Anak Panti Asuhan Buleleng Bali Terungkap

Kapolres Buleleng, Ruzi Gusman membeberkan pengungkapan kasus kekerasan seksual anak panti asuhan di Buleleng Bali.
NETIZENINDONESIA.ID– Kasus dugaan kekerasan seksual yang mengguncang Bali akhirnya memasuki babak baru.
Aparat kepolisian bergerak cepat dengan menangkap dan menahan pemilik panti asuhan yang diduga menjadi pelaku terhadap anak-anak asuhnya sendiri.
Tersangka kini resmi mendekam di Rumah Tahanan Mapolres Buleleng sejak Senin (30/3) malam.
Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman, menegaskan bahwa penyidikan masih terus berjalan secara intensif. Hingga saat ini, polisi telah mengidentifikasi sedikitnya tujuh anak sebagai korban.
“Korban sementara tujuh orang. Kami masih terus mendalami kemungkinan adanya korban lain,” ungkapnya.
Polisi tidak menutup kemungkinan jumlah korban akan bertambah seiring pengembangan kasus.
Peristiwa ini memicu keprihatinan luas. Panti asuhan yang seharusnya menjadi tempat aman justru berubah menjadi lokasi dugaan kejahatan yang melukai masa depan anak-anak.
Untuk menangani dampak psikologis, kepolisian bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Buleleng guna memberikan pendampingan trauma bagi para korban.
Di sisi lain, aparat juga memperketat pengamanan di sekitar lokasi. Polsek Sawan meningkatkan patroli untuk mencegah potensi gangguan keamanan maupun reaksi spontan dari masyarakat.
Kapolres mengimbau publik untuk tetap tenang dan tidak bertindak di luar hukum.
“Kami minta masyarakat mempercayakan proses ini kepada kepolisian. Penanganan akan dilakukan secara profesional,” tegasnya. (*)