Simpan Sabu dan Tiga Senpi, Bule Perancis Terancam Hukuman Berat

 Simpan Sabu dan Tiga Senpi, Bule Perancis Terancam Hukuman Berat

SIDANG PERDANA-Rayan seusai ditangkap kasus kepemilikan sabu dan senjata api lengkap dengan amunisinya.

DENPASAR,NETIZENINDONESIA-Seorang warga Perancis, Rayan Jawad Henri Bitar (30),terancam hukuman ganda. Pertama dikenai pidana narkotika dan kedua melanggar undang-undang darurat atas kepemilikan senjata api.  Dakwaan jaksa Dewa Nyoman Wira Yoga Adiputra dalam sidang perdana di PN Denpasar Selasa (4/5/2021) pertama terdakwa didakwa tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menawarkan, atau menyerahkan sabu seberat 4,81 gram netto. “Perbuatan terdakwa tersebut telah diatur dan diancam dalam Pasal 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” kata jaksa Wira dalam sidang virtual dengan majelis hakim diketuai I Gede Novyartha.

Dakwaan kedua, terdakwa Rayan didakwa melanggar pasal 112 ayat (1) UU yang sama dan Pasal 127 ayat (1) huruf a UU yang sama sebagai penyalahguna Narkotika untuk diri sendiri.  Sedangkan dalam dakwaan ke empat, terdakwa didakwa melanggar pasal 1 ayat (1) UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 terkait kepemilikan 3 pucuk Senpi dan 29 butir amunisi. Terdakwa terancam pidana maksimal 20 tahun penjara.

Menurut jaksa Wira, terdakwa ditangkap Polda Bali, 21 Maret 2021 sekitar pukul 19.30 wita di Vila Kharisma No. 10 A Jln. Umalas Klecung, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung. Di tempat ini petugas menemukan sabu seberat 4,81 gram netto. “Terdakwa mendapatkan sabu tersebut dari seseorang bernama Mang Adi (DPO) dengan cara memesan lewat WA dan mentransfer uang ke rekening Mang Adi sebesar Rp. 800.000,” kata Jaksa Wira.

Masih dalam dakwaan jaksa Wira, terdakwa mengaku sudah mengkonsumsi sabu sejak tahun 2009. Dia berdalih mengonsumsi sabu untuk menenangka pikiran. Selain itu menjadi bersemangat serta merasa kreatif. Dari tempat tinggal tedakwa itu, polisi juga menyita tiga pucuk Ssenpi dan amunisinya. Rinciannya, 1 buah tas berwarna hitam didalamnya berisi 1  buah senpi laras panjang jenis Blade Pistol Stabilizer Made In USA beserta 1  buah magazen yang didalamnya berisi 8 butir amunisi caliber 9×19 mm dan 1  buah kotak amunisi berwarna putih bertuliskan MU1-TJ didalamnya berisi 20 puluh butir amunisi caliber 9×19 mm.

Kemudian, 1 buah tas berwarna hitam bertuliskan AUTO 2000 didalamnya berisi 1 buah senpi jenis NAA 22LR (Jenis Revolver) yang berisi 1 butir amunisi caliber 22 mm, dan 1 buah senpi  jenis MAKAROV made In Rusia Kal. 7.65 mm tanpa magazen. “Bahwa tujuan terdakwa menyimpan 3 buah senjata api dan 29 butir amunisi hanya untuk dirawat,” imbuh jaksa Wira dalam dakwaannya. (ais)

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *