Sidang Peltu Muhaji Digelar di Tempat Hakim Periksa Singkat

 Sidang Peltu Muhaji Digelar di Tempat Hakim Periksa Singkat

SIDANG PS-Majelis hakim Pengadilan Militer menggelar sidang di tempat degan terdakwa Peltu Muhaji.

DENPASAR, NETIZENINDONESIA-Sidang perkara penyegelan rumah yang didakwakan pada Peltu Muhaji di Pengadilan Militer, Denpasar, Rabu (3/11/2021) dilanjutkan dengan pemeriksaan setempat (PS) di rumah Hendra, Jalan Batas Dukuh Sari,gang Merak, Sesetan, Denpasar secara singkat. Turut hadir, majelis hakim diketuai Letkol Chk (K)Silveria Supanti,SH,MH dan anggota Mayor Chk Agustiono,SH,MH dan Mayor Chk Raegen,SH.  Selama PS, terungkap keterangan yang berbeda dengan sidang. Di sidang tidak terungkap adanya pengeboran rangka bener padatembok. Sementara saat PS, Hendra menunjukan bekas-bekas titik pemasangan bener  yang dilakukan terdakwa Peltu Muhaji. “Ini ada bekas bor di tembok dan besi ditancapkan di tanah,”terangHendra.

Pemasangan bener rangkabesi dan seng berukuran 4 X 2 meter tersebut menutupi satu-satunya akses keluar masuk rumah keluarga Hendra. Akibat pemasangan bener itu, keluarga Hendra terdiri dari ayahnya Hadi,ibunya, dan anak tidak bisa keluar masuk rumah. Oditur Militer (Odmil) Letkol Chk Eko Susanto mempertanyakan kondisi lantai atas rumah Hendra. “Itu hanya dipakai untuk tempat jemuran,” jawab Hendra.  “Bisa gak kalau keluar dari atas? Kejar Odmil. “Saya jawab tidak masuk akal kalau manusia normal loncat dari ketinggian 4 sampai 5 meter, gak tahu kalau tentara. Soal tangga, gimana mikir bawa tangga, atas itu ditutup asbes bisa jebol,”jawab Hendra.  

Selain itu, Hendra juga ditanya  adanya CCTV yang dijawab pemasangannya sudah lama, sebelum kejadian pemasangan bener. “Cuma kata majelis tadi disebutkan tidak ada gambar hanya ada suara, padahal semua sudah saya serahkan pada penyidik Denpom, sedangkan aslinya masih tersimpan untuk dokumen,”sebut Hendra.

Menariknya, sewaktu memeriksa bekas pemasangan bener, hakim ketua mempertanyakan kliping koran yang ditempel ditembok dengan judul “mafia tanah muncul lagi”. Apa itu?tanya hakim ketua. “Itu pemilik tanah yang menuntut  ke Polda Bali tapi sampai sekarang gak ada beritanya,”jawab Hadi, ayah Hendra.

Seperti diketahui, kasus ini berawal dari pemasangan bener oleh Peltu Muhaji pada 2 Oktober tahun lalu. Saat kejadian, ayah Hendra, ibunya, dan anak laki-lakiHendra beradadalam rumah. Sementara istri dan seorang anak Hendra lagi berhasil keluar rumah sebelum bener terpasang. Hendra sendiri sedang mengantarkan daganganya ke pelangga. Keluarga Hendra sempat terkurung sekitar 7 jam lamanya di dalam rumah hingga akhirnya dibebaskan oleh Kombes Pol Dodi Rahmawan—Dirkrimum Polda Bali saat itu, bersama anggota polisi lainnya. Proses pembebasan keluarga Hendra  cukup dramatis. Polisi harus menggunakan gerinda, linggis dan alat bantu lainnya agar bisa melepas bener tersebut. Atas kejadian ini, Hendra melaporkan Peltu Muhaji ke Denpom/Udayana dan Polda Bali dengan terlapor istri Muhaji berserta oknum pengacara yang diduga terlibat dalam kasus ini. (ais)

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *