Sempat Kabur, Okinda Dihukum 9 Tahun

 Sempat Kabur, Okinda Dihukum 9 Tahun

TERTANGKAP-Okinda dihukum tinggi setelah kabur dari ruang karantina covid 19.

DENPASAR,NETIZENINDONESIA – Juandri Okinda (27) beberapa waktu lalu sempat menggegerkan Kejari Denpasar dan Polresta Denpasar. Pria asal Oku Timur yang terjerat kasus narkoba itu kabur dari karantina covid di Hotel Ibis Jalan Raya Kuta. Guna mempertanggungjawabkan di muka hukum, Okinda dalam sidang online di PN Denpasar, Selasa (16/2) dijatuhi hukuman 9 tahun penjara, denda 1 miliar, subsider 2 bulan.

Ida Ayu Adnya Dewi selaku hakim yang memimpin persidangan  menyatakan terdakwa bersalah melanggar Pasal 112 ayat (2) UU RI.No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.”Menyatakan terdakwa bersalah mengusai dan bertindak selaku perantara dalam jual beli narkotika jenis sabu,” tegas hakim Adnya Dewi secara virtual.

Sementara rekannya Sanni Akbar (35) dihukum 6 tahun, denda Rp.1 miliar subsider 2 bulan penjara. Untuk diketahui, kedua terdakwa ini dituntut oleh Jaksa Komang Swastini  selama 13 tahun penjara. Kasus ini  berawal dari ditangkapnya terdakwa Okinda  saat melintas di Perum Griya Kencana, Jalan Diponogoro lingkungan Pesanggaran, Rabu, 23 September 2020 pukul 13.00 Wita.

Terdakwa yang sejak awal dibuntuti petugas akhirnya mengakui jika ada beberapa tempat yang sudah ia tempel. “Saat itu petugas mengamankan 4 paket sabu yang disimpan dalam saku jaket Gojek yang dikenakan oleh terdakwa,” sebut hakim dalam amar putusan.

Usai mengambil beberapa titik sabu yang terdakwa tempel, hingga terkumpul ada sembilan paket yang beratnya 1,53 gram netto. “Terdakwa mengakui jika sabu tersebut milik terdakwa Sanni dan dirinya diprintahkan untuk menempel,” imbuhnya.

Okinda sempat kabur saat masih menjadi tahanan titipanĀ  Kejari Denpasar. Selanjutnya pria yang tinggal di Pondok Gita Pelangi, Jalan Kampus Unud Jimbaran ini berhasil diamankan seminggu kemudian di Sleman Yogjakarta. (ais)

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *