Satgas Covid-19 Tutup Mal dan 12 Pintu Masuk Pantai

 Satgas Covid-19 Tutup Mal dan 12 Pintu Masuk Pantai

CEGAH COVID-Pintu masuk Pantai Sanur ditutup selama penerapan PPKM Darurat.

DENPASAR, NETIZENINDONESIA- Pemkot Denpasar melalui Satgas Penanganan Covid-19, Minggu (4/7/2021) menutup semua akses masuk ke pantai serta fasilitas umum (Fasum) di Kota Denpasar ditutup. Hal ini menyusul penerapan PPKM Darurat yang diberlakukan mulai 3-20 Juli mendatang. Pun demikian, khusus jalur masuk ke pelabuhan penyeberangan Sanur tetap dibuka dengan penjagaan ketat.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, mengatakan penyegelan seluruh pintu masuk pantai dilakukan sesuai dengan aturan PPKM Darurat. Dimana, untuk mempertegas hal tersebut Pemkot telah berkoordinasi dengan Camat Denpasar Selatan, Polsek Denpasar Selatan, Danramil Denpasar Selatan, serta seluruh Perbekel/ Lurah maupun Bendesa. “Tadi sudah kami rapatkan sebagai penegasan lebih lanjut dan sudah sepakat untuk menutup sementara akses wisata ke pantai,” kata Dewa Rai.

Dewa Rai mengatakan ada 12 titik pintu masuk pantai di Kota Denpasar yang ditutup. Penutupan dilakukan sebagai upaya mengurangi kerumunan untuk antisipasi penyebaran covid-19,terutama varian baru. Apalagi, menurut dia, pantai di Kota Denpasar rata-rata menjadi tempat rekreasi masyarakat Kota Denpasar. “Kami mohon permakluman kepada masyarakat,” pungkas Dewa Rai.

Selain kawasan pantai, penutupan juga dilalukan di ruang publik dan mal. Hal itu juga sesuai dengan aturan PPKM darurat karena berpotensi menimbulkan keramaian dan kerumunan. Sementara untuk warung dan rumah makan Dewa Rai mengatakan hanya melayani delivery atau take away dan tidak dijinkan makan di tempat. Untuk melakukan penjagaan di pantai tersebut, pihaknya melibatkan satgas Covid-19 di wilayah desa/kelurahan, serta pecalang.

Pada hari yang sama, aparat juga mengawasi secara ketat kawasan Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur. Pengawasan dilakukan Camat Dentim, I Wayan Herman, Kapolsek Dentim, Tri Joko Widianto, Danramil Dentim serta anggota satgas setempat lainnnya. Perbekel Desa Kesiman Kertalangu, Made Suena mengatakan, kegiatan ini cenderung lebih mengedukasi kepada para pelaku usaha dan masyarakat agar tidak menerima pelanggan yang makan ditempat sehingga tidak menyebabkan keramaian. Selain itu diimbau agar mengikuti aturan jam tutup usaha pada pukul 20.00 wita.

Lebih lanjut dikatakannya, selain itu dalam giat pemantauan kali ini juga dilaksanakan penyemprotan desinfektan di kawasan Desa Budaya Kertalangu. ” Kami juga mengimbau untuk menutup sementara kawasan wisata kertalangu dan kawasan wisata lainnya yang berada diwilayah tersebut sehingga mengurangi aktifitas masyarakat yang menyebabkan keramaian,” ujarnya.

“Dan kami berharap agar masyarakat dapat berkerjasama untuk bersama-sama mengendalikan penyebaran virus ini dengan cara menaati anjuran pemerintah, baik itu menaati prokes dan menghindari keramaian. Karena kegiatan ini tidak semata-mata untuk membatasi mobilitas masyarakat, namun lebih kepada melindungi sehingga kita semua terhindar dari serangan virus covid 19,” sambung Made Suena.(ais)

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *