Razia, Petugas Temukan Barang Terlarang di LP Kerobokan

 Razia, Petugas Temukan Barang Terlarang di LP Kerobokan

BERBAHAYA-Petugas gabungan temukan barang terlarang di wisma warga binaan di LP Kerobokan.

DENPASAR,NETIZENINDONESIA- Tim Satopspatnal Kanwil Kemenkumham Bali bersama Kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menggelar sidak malam hari di  Wisma Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas Kelas IIA Kerobokan, Rabu (5/5/2021). Sidak yang dimulai pukul 21.00 wita tersebut dipimpin  Kepala Kanwil Kemenkumham Bali, Jamaruli Manihuruk dan didampingi Kepala Divisi Pemasyarakatan, Suprapto dan Kapolres Badung, AKBP Roby Septiadi. Personel gabungan terdiri dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali dan Pegawai Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kerobokan serta 25 anggota Polres Badung. Sementara dari BNNK Badung berjumlah  8 orang personil.

Selama sidak, Jamaruli Manihuruk memasuki tiap wisma warga Binaan Pemasyarakatan  di Lapas Kelas IIA Kerobokan yang kini ditinggali sebanyak 1.628 warga. Dalam kesempatan tersebut, Jamaruli Manihuruk  meminta warga binaan selama menjalani masa pidana dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak pidana. “Sehingga nantinya dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat,”pesan Jamaruli Manihuruk.

Dari hasil pelaksanaan sidak petugas masih menemukan barang-barang yang tidak semestinya boleh masuk ke dalam lapas seperti pisau cukur, kabel listrik, gunting, korek gas, palu, tang, obeng, pisau cutter, handphone, charger handphone dan barang lainnya yang dilarang ada di dalam Lapas. Jamaruli Manihuruk menyampaikan kedepannya akan terus melakukan sidak secara rutin guna mengantisipasi agar barang-barang yang dilarang tidak ada lagi di dalam lapas.

Apresiasi juga disampaikan kepada jajaran Polres Badung dan BNN Kabupaten Badung atas sinergitas yang terjalin sehingga sidak bersama ini dapat berjalan sesuai rencana. “Permasalahan serta pengawasan terhadap lapas/rutan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas pemasyarakatan saja melainkan juga menjadi tanggung kita semua dengan instansi terkait,”kata Jamaruli Manihuruk. (ais)

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *