PT Vonis Zainal Tayeb 3,5 Tahun Penjara

 PT Vonis Zainal Tayeb 3,5 Tahun Penjara

KANDAS-Pengadilan Tinggi Denpasar memutuskan menguatkan putusan PN Denpasar.

DENPASAR, NETIZENINDONESIA-Pengusaha Bali, Zainal Tayeb yang diadili dalam kasus menyuruh memberikan keterangan palsu di akta autentik gagal mendapat keringanan hukuman di tingkat banding Pasalnya majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar justeru menguatkan putusan majelis hakim tingkat pertama, PNDenpasar yakni 3 tahun dan 6 bulan penjara (3,5 tahun).

Jubir PN Denpasar Gede Putra Astawa dikonfirmasi  menyatakan putusan PT Denpasar tersebut baru bisa dilihat di website MA. “Kalau kita lihat di SIPP, putusannya menguatkan putusan PN Denpasar dan biasanya salinan putusan akan kami terima sekitar satu minggu setelah sidang putusan,”ujar Putra Astawa.

Majelis hakim PT Denpasar, antara lain Nyoman Sumaneja, Sudarwin dan Sumpeno sebagaimana tertuang dalam website MA memutuskan pertama menerima permintaan banding dari terdakwa Zainal Tayeb danpenuntut umum. Kedua menguatkan putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor841 /Pid.B/2021/PN Dps ,tanggal 25 Nopember 2021.

Selain itu, majelis hakim juga memerintahkan Zainal Tayeb tetap ditahan. “Menetapkan lamanya terdakwa berada dalam tahanan dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Membebankan biaya perkara kepada terdakwa dalam tingkat banding sejumlah Rp 5 ribu,” ujar majelis dalam amar putusannya, Rabu (05/01/2021).

Kasi Intel Kejari Badung, Made Bamaxs Wira Wibowo dikonfirmasi terpisah memberikan keterangan sama “Kami baru mengetahui putusan itu dari website MA,”ujar Bamaxs Wira Wibowo.  Sedangkan Mila Tayeb selaku kordinator tim kuasa hukum Zainal Tayeb yang dikonfirmsi terkait putusan kliennya memilih diam. “Saya no comment,”jawab Mila.

Kasus yang membelit Zainal Tayeb itu berawal dari kerjasama pembangunan dan pengelolaan perumahan elit, Ombak Luxury Residence di Cemagi, Badung dengan Hedar Giacomo Boy Syam. Dalam akta kerjasama no. 33 tanggal 27 September 2017 tertulis luas tanah yang dikerjasamakan 13.700 meter persegi senilai Rp 61.650.000.000.  Dalam perjalanannya, Hedar yang masih keponakan Zainal merasa luas tanah tidak sesuai. Luas tanah yang dikerjasamakan hanya 8.892 meter persegi.

Atas dasar itu, Hedar melaporkan ke Polres Badung dengan klaim kerugian  kurang lebih Rp 21,6 miliar. Selama persidangan secara virtual, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Badung, Imam Ramdhoni dkk menemukan fakta Zainal bersalah.Karenanya, jaksa sepakat menuntut Zainal dengan hukuman 3 tahun penjara.

Majelis hakim PN Denpasar diketuai Waya Yasa memutus lebih tinggi, yakni 3,5 tahun. Zainal Tayeb kala itu membantah beberapa pertimbangan hakim. Pengusaha kelahiran Mamasa itu menyatakan Hedar lah yang menolak mediasi. “Hedar tidak pernah datang ke saya untuk mediasi. Dan pertemuan terakhir dengan dia (Hedar) tahun 2019, tidak membahas soal kekurangan luas tanah, melainkan meminta waktu menunda pembayaran utang hasil penjualan vila oleh PT Mirah Bali Konstruksi,” katanya.

Hedar sambung Zainal juga berusaha meminta uang penyelesaian kasus lewat  keluarga besarnya. Namun ditolak sebab mereka tidak mengetahui duduk persoalan kasus ini.  Pihak keluarga hanya tahu utang Hedar yang belum dibayar sekitar Rp74 miliar. Sejatinya, kasus ini berkaitan langsung dengan Yuri Pranatomo  mantan pegawai Hedar yang dibebaskan hakim PN Denpasar dan dikuatkan oleh Mahkamah Agung. Yuri dinyatakan tidak terbukti melanggar pasal 266 ayat 1 KUHP. (ais)

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *