Peltu Muhaji Divonis Bebas Kasus Sengketa Rumah di Denpasar

 Peltu Muhaji Divonis Bebas Kasus Sengketa Rumah di Denpasar

VONIS BEBAS-Peltu Muhaji dinyatakan tidak terbukti lakukan tindak pidana oleh majelis hakim Pengadilan Militer Denpasar.

DENPASAR, NETIZENINDONESIA-Peltu Muhaji akhirnya benafas lega. Pasalnya, Peltu Muhaji diputus bebas dari dakwaan Oditur Militer (Odmil) dalam kasus pengambilalihan rumah Hendra di Jalan Batas Dukuh Sari Gang Merak, Denpasar November tahun 2020 lalu. Berdasarkan data di Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan (SIPP) Militer III-14 Denpasar, Selasa (7/12) majelis hakim Pengadilan Militer yang diketuai  Letkol Chk (K) Silveria Supanti,SH,MH menyatakan terdakwa Peltu Muhaji, NRP 64040 tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan Oditur Militer. “Membebaskan terdakwa dari segala dakwaan Oditur Militer. Memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat dan martabatnya,”sebut majelis hakim dalam amar putusannya yang dibacakan pada 30 November 2021 lalu.

Sebelumnya, Oditur Militer (Odmil), Letkol Chk Eko Susanto,SH menyatakan terdakwa Peltu Muhaji terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah  melakukan tindak pidana sebagaimana diterangkan dalam dakwaan kedua yakni melanggar pasal 335 ayat 1 ke 1 KUHP. Karenanya, Odmil menuntut terdakwa Muhaji dengan hukuman 5 bulan. 

Hakim dala juga merinci terkait barang bukti seperti 1 buah papan pemberitahuan yang terbuat dari besi dan aluminium ukuran lebar 2 meter, panjang 4 meter, 1 buah bener ukuran panjar 1,5 meter dan lebar 1 meter, 1 buah gembok merek master dan 1 buah bener ukuran panjar 4 meter dan lebar 2 meter dirampas untuk dimusnahkan.  Juru bicara Pengadilan MiliterIII-14 Denpasar, Mayor Chk Raegen yang dikonfirmasi lewat telepone membenarkan informasi di SIPP tersebut. “Ya benar seperti tercantum dalam SIPP,”kata Mayor Chk Raegen.

Seperti diketahui, kasus ini berawal dari pemasangan bener terbuat dari rangka besi plat seng oleh Peltu Muhaji dan beberapa orang lainnya pada 2 Oktober tahun lalu. Muhaji memasang bener dengan tujuan mengambil alih tanah yang ditempati Hendra bersama keluarganya namun ditolak Hendra dengan alasan masa kontrak tanah dengan pemilik lama yakni Pujiyama belum berakhir. Saat kejadian, ayah Hendra, ibunya, dan anak laki-laki Hendra berada dalam rumah. Sedangkan istri dan seorang anak Hendra lagi berhasil keluar rumah sebelum bener terpasang. Hendra sendiri sedang mengantarkan dagangannya ke pelanggan.

Akibat pemasangan bener tersebut, keluarga Hendra sempat terkurung sekitar 7 jam lamanya di dalam rumah hingga akhirnya dibebaskan oleh Kombes Pol Dodi Rahmawan—Dirkrimum Polda Bali saat itu, bersama anggota polisi lainnya. Proses pembebasan keluarga Hendra  cukup dramatis. Polisi harus menggunakan gerinda, linggis dan alat bantu lainnya agar bisa melepas bener yang dibaut ke tembok pagar rumah. Atas kejadian ini, Hendra melaporkan Peltu Muhaji ke Denpom/Udayana dan Polda Bali dengan terlapor istri Muhaji berserta oknum pengacara yang diduga terlibat dalam kasus ini. (ais)

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *