Oknum Kades Bersama Aparatur Desa di Bali Korupsi Bedah Rumah Miliaran

 Oknum Kades Bersama Aparatur Desa di Bali Korupsi Bedah Rumah Miliaran

DIADILI-Lima terdakwa kasus dugaan korupsi bedah rumah di Karangasem menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Denpasar.

DENPASAR, NETIZENINDONESIA-Kasus dugaan korupsi bedah rumah di Desa Tianyar Barat, Karangasem, Kamis (12/8/2021) disidangkan Pengadilan Tipikor Denpasar secara offline. Ada lima terdakwa yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) M. Matulessy dan Kadek Wira Atmaja dari Kejari Karangasem. Mereka adalah I Gede Pasrisak Juliawan,38, selaku Perbekel (Kades) Tianyar Barat, I Gede Sukada selaku Kaur Keuangan Desa Tianyar, I Gede Sujana, I Gede Tangun dan I Ketut Putrayasa.

Pada majelis hakim yang diketuai Heriyanti, jaksa menerangkan berkas dakwaannya dipecah jadi dua. I Gede Pasrisak Juliawan satu berkas sedangkan empat terdakwa lainnya satu berkas. Pada intinya, dalam surat dakwaannya jaksa membeberkan perkara ini berawal dari pengajuan proposal Juliawan tanggal 28 Maret 2018 pada Bupati Badung Nyoman Giri Prasta perihal bantuan bedah rumah.

Dalam prolosal disebutkan pula ada 405 KK dari 14 banjar calon penerima uang bedah rumah. Tentu dalam proposal dilengkapi  dengan KK dan KTP warga yang diajukan sebagai calon penerima. “Proposal dibawa terdakwa Juliawan ke Dknas Perumahan Karangasem untuk diteruskan ke Bupati Badung,”ungkap jaksa.

Bupati Badung Nyoman Giri Prasta sambung jaksa menyetujui proposal Juliawan dengan mengeluarkan dana 20.250.000.000 berdasarkan keputusan nomor 320/HK/2019 tanggal 13 September 2019. “Dari bantuan sebesar itu, tiap warga mendapatkan 50 juta,”tegas jaksa.

Hasil penyelidikan dan penyidikan jaksa, terdakwa Juliawan meminta I Ketut Guna Aksara selaku Kasi DJA BPD Cab Karangasem membuka dua rekening atas nama I Gede Tangun dan I Ketut Putrayasa. Setelah warga terima uang Gede Sukadana mengumpulkan slip penarikan untuk diserahkan ke BPD Kubu. Uang itu lantas dibelikan bahan bangunan tapi faktanya tidak sesuai RAB yamg ditanda tangani I Wayan Merta Tanaya selaku Kadis Perumahan dan Pemukiman Karangasem. “Akibat perbuatan terdakwa, sesuai hasil audit BPKP negara dirugikan 4.513.806.100.” ungkap jaksa.

Atas dakwaan jaksa ini, Ketut Bakuh dkk selaku penasihat hukum para terdakwa menyatakan tidak mengajukan eksepsi atau nota keberatan. Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. (ais)

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *