Ajak Wik Wik Adik Kelas di Toilet Mall Jimbaran, Siswa Asal Jepang Terancam 7,5 Tahun
Ngeriii, Pembunuh Polisi yang Booking Cewek Michat Ternyata Masih Bocah

Ilustrasi
DENPASAR, NETIZENINDONESIA –Polisi tak perlu waktu lama mengungkap pelaku penusukan oknum polisi berinisial FNSB, 22, hingga tewas di Hotel Jalan Pidada V, Denpasar Utara. Tim gabungan Polsek Denpasar Utara (Denut), Polresta Denpasar, Kamis (17/11/2022) berhasil menangkap pelakunya.
Kapolsek Denut Iptu I Putu Carlos Dolesgit didampingi Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi, menjelaskan pelaku yang diamankan ada dua, berinisial F, 16, dan A, 15.
“Sekarang proses penyidikan Tim Gabungan Polresta Denpasar dan Polsek Denpasar Utara,” ujar Carlos di Mapolsek Denut.
Dari pemeriksaan sementara, F diketahui berperan menusuk korban menggunakan pisau di bagian leher sebanyak satu kali, sementara A menendang beberapa kali. Namun, pihaknya belum bisa membeberkan dari mana senjata tersebut didapat tersangka. Disinggung mengenai kebenaran korban FNSB hendak memesan perempuan lewat aplikasi Michat dan hubungan para tersangka dengan perempuan berinisial LKDS, 20, Carlos belum dapat memaparkannya.
Terkait status korban, Iptu I Putu Carlos membenarkan dia merupakan anggota Baharkam Mabes Polri. Namun tidak dijelaskan korban bertugas untuk pengamanan KTT G-20 atau tidak.
Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 351 junto 338 KUHP tentang penganiayaan mengakibatkan luka berat atau meninggal dunia, dengan ancaman pidana tujuh tahun.
Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa berdarah ini terjadi Rabu (16/11/2022) dinihari. Awalnya, korban memesan cewek panggilan melalui aplikasi Michat. Dari komunikasi telepon, korban akhirnya sepakat dengan LKDS bertemu di TKP, Hotel Permata Dana kamar 37. Sampai di tempat, korban membatalkan bokingan dan meminta uang yang ditransfer kembali, karena merasa tidak sesuai dengan keinginannya.
Kontan permintaan korban itu membuat LKDS terkejut. Dia teriak hingga didengar penghuni hotel lainnya. Kemudian datanglah pelaku bersama rekannya. Cekcok mulut terjadi, hingga terjadi penusukan. FNSB pun tumbang bersimbah darah. (ais)