Ajak Wik Wik Adik Kelas di Toilet Mall Jimbaran, Siswa Asal Jepang Terancam 7,5 Tahun
Muktamar Muhammadiyah, Ganjar: Jelang Tahun Politik Berikan Contoh yang Baik

BERJUBEL-Ganjar Pranowo jadi rebutan warga saat hadiri Muktamar Muhammadiyah. (foto Vivi humas pemprov)
NETIZENINDONESIA.ID – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi kiprah Muhammadiyah dalam membantu memajukan bangsa, baik dibidang kesehatan, pendidikan hingga politik. Hal ini disampaikan saat menghadiri pembukaan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (19/11/2022).
Acara yang dibuka Presiden Joko Widodo ini digelar 18-20 November 2022. “Saya senang, baik Aisyiyah maupun Muhammadiyah semua memberi perhatian pada kondisi bangsa,” ungkapnya usai mengikuti acara tersebut seperti dikutip dari website humas pemprov Jateng.
Gubernur berharap, menjelang tahun-tahun politik ini Muhammadiyah dan Aisyiyah mampu memberikan keteladanan yang baik. “Mereka semua punya pesan menjelang tahun politik. Berikan contoh yang baik. Para elit kasih teladan yang baik. Maka, kasih cerita-cerita maupun komunikasi politik yang baik dimanapun medianya. Ini menyejukkan sekali,” tuturnya.
Perjuangan Muhammadiyah, lanjutnya, sangat intens memperbaiki dunia pendidikan dan pemberian layanan kesehatan bagi masyarakat. Selain itu, Asyiyah juga berperan dalam pemberdayaan perempuan.
“Tentu saja kepedulian dari sisi kesehatan dan pendidikan menjadi prioritas perhatian mereka. Aisyiyah juga memiliki perhatian besar kepada perempuan,” paparnya.
Tidak hanya itu, Gubernur juga melihat, baik Muhammadiyah maupun Aisyiyah juga sangat peduli pada perubahan kondisi geopolitik. “Dua-duanya, baik Aisyiyah maupun Muhammadiyah semua peduli pada kondisi keamanan dunia. Ya pangannya, ya politiknya, yang diharapkan suasana semakin damai.”
Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 selain dihadiri Presiden dihadiri pula sejumlah tokoh nasional. Di antaranya Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto, Menko Polhukam Mahfud MD, Yenny Wahid, Din Syamsudin, dan lainnya. Diperkirakan, Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah kali ini diikuti 3,5 juta peserta. (nto)