Modal Gantungan Kunci PM, Gasak 29 Juta

 Modal Gantungan Kunci PM, Gasak 29 Juta

PENIPU-Andre diadili secara virtual kasus penipuan dengan modus mengaku sebagai anggota Intelijen Polisi Militer.

DENPASAR,NETIZENINDONESIA –Ada-ada saja cara orang melakukan penipuan. Seperti dilakukan Andre Crystanto als Kristian, warga Yogjakarta ini. Hanya berbekal gantungn kunci berlogo Polisi Militer (PM) dan masker loreng TNI, Andre mampu mengelabui dua orang warga Sanur, Denpasar. Dari tindak kejahatannya itu,  pria 46 tahun yang aslinya berprofesi tukang pijat keliling ini mampu menguras duit Made Lila dan Wayan Adi Sugiantara sebesar Rp 29.500.000. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Andre Crystanto diajukan ke PN Denpasar.

Informasi jaksa penuntut umum (JPU) Ni Putu Widyaningsih, usai sidang virtual dipimpin hakim Haryanto terungkap kasus ini terjadi Minggu, 13 Desember 2020,saat terdakwa mendatangi warung kopi Lila di Pantai Sindu, Sanur, Denpasar.

Saat itu terdakwa mengaku anggota TNI yang menyamar untuk menangkap buronan. Kepada saksi korban, terdakwa berkata ”Pak Made, sebenarnya saya ini Intelijen TNI, sedang bertugas mencari DPO TNI kasus penggelapan mobil”, sambil menunjukkan gantungan kunci berlogo ”Polisi Militer/PM”.

Entah kenapa, melalui percakapan itu justru Pak Lila begitu percaya hingga dijanjikan Rp 25 miliar untuk operasional.  Korban kian terlena mendengar pengakuan terdakwa. Korban Lila pun memberikan Rp 3 juta pada 12 Desember 2020. Dua hari kemudian diberi lagi Rp 2,5 juta. “Korban Lila telah menyerahkan uang sebanyak 6 kali atau sebesar Rp 16.500.000,” sebut Jaksa Widyaningsih.

Selanjutnya, Lila mengajak terdakwa ke rumah saksi II,  Wayan Adi Sugiantara, di Sanur. Pada korban, terdakwa kembali menegaskan pengakuannya sebagai anggota Intelijen PM. Guna meyakinkan korban, terdakwa menelepon seseorang ”Kapten, besok kirimkan saya uang 25 miliar, uang operasional saya sudah habis,” sambil menunjukkan kepada saksi nama kontak ”KAPTEN”. Dari saksi korban II ini, terdakwa berhasil memperoleh uang sebanyak Rp 13.000.000. Karena curiga, korban Sugiantara lantas melaporkan ke Polsek Densel. “Dari penyidikan polisi, terdakwa bukan anggota TNI dan diketahui sebagai tukang pijat keliling yang tidak punya tempat tinggal tetap. Dari kedua korban, total uang yang diberikan sebesar Rp 29.500.000,” ungkap Jaksa. (maw)

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *