Miris, Ketagihan Game Online, Bocah Tertangkap Lima Kali Mencuri

 Miris, Ketagihan Game Online, Bocah Tertangkap Lima Kali Mencuri

Ilustrasi sidang kasus penipuan di PN Denpasar.

DENPASAR,NETIZENINDONESIA – Ini pelajaran bagi orang tua. Gara-gara ketagihan game online, bocah berusia 12 tahun di Denpasar Barat harus berurusan dengan hukum. Muhammad AM, nama bocah itu tertangkap mencuri di sebuah toko dengan kerugian mencapai 8 jutaan. Uang hasil mencuri itu disebutkan untuk membeli vocer game online. Mirisnya lagi, perbuatan tidak terpuji itu sudah dilakukan lima kali. Kok bisa? Informasi dari jaksa IB Swadarma yang menyidangkan perkara ini, bocah itu ternyata sudah yatim piatu sejak umur 10 bulan. Dia dirawat dan tinggal bersama pamannya. Entah alasan pengaruh lingkungan atau kurangnya perhatian, kehidupan anak ini menjadi kurang terarah. “Sidangnya tertutup, kami sudah ajukan tuntutan 1 tahun, melanggar pasal 363 KUHP,’ujar jaksa Swadarma usai sidang,Selasa (9/3).

Selama persidangan, Muhammad AM didampingi penasihat hukum dari Posbakum Peradi, Denpasar. “Dari Posbakum menyampaikan kepada majelis hakim agar terdakwa anak ini bisa diberikan pengampunan dengan melihat latarbelakang anak. Jika memang harus diberikan hukuman, agar diberikan hukuman yang sepantasnya,” harap anggota dari Posbakum.

Dikatakannya, terdakwa anak ini sudah berulang kali terjerat kasus yang sama.  Dan kali ini adalah kasus ke lima kalinya. Pertama kasus pencurian dilakukan  bulan Mei 2017, saat itu dihadapan Polisi berakhir damai. Masih ditahun yang sama, sekitar bulan September kembali melakukan pencurian yang hasilnya diberikan hukuman Diversi (sangsi sosial bersih2 di rumah korban).

Selanjutnya, di tahun 2018 pertengahan bulan Oktober kembali melakukan pencurian disertai perusakan. Terdakwa anak ini akhirnya masuk ranah hukum dan dijatuhi hukuman ringan.Seakan tidak punya rasa jera, setelah keluar dari bui selama 3 bulan kembali melakukan hal serupa. Itu dilakukan pada Mei 2020 lalu. Hasilnya, majelis hakim memberikan hukuman selama 10 bulan kurungan.

Kali ini, terdakwa dilaporkan korban  Abdullah. Pemilik toko mengaku dibobol jendelanya hingga diketahui mengalami kerugian Rp 8 juta. “Terdakwa anak ini pengakuannya dihadapan hakim I Made Yuliada mencuri untuk game online. Jadi uangnya dibelikan semacam voucer game,” sebutnya. (ais)

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *