Ajak Wik Wik Adik Kelas di Toilet Mall Jimbaran, Siswa Asal Jepang Terancam 7,5 Tahun
Marinir Evakuasi 13 Orang Jenazah Korban Gempa Cianjur

EVAKUASI-Marinir bersama tim SAR Gabungan mencari korban tertimbun longsor akibat gempa bumi Cianjur. (foto Dispenal)
NETIZENINDONESIA.ID-Prajurit Korps Marinir TNI AL bersama SAR Gabungan hingga Sabtu (26/11/2022) berhasil mengevakuasi 13 jenazah warga yang tertimbun longsor akibat gempa pekan lalu, di Cianjur Jawa Barat. Diperkirakan sebanyak kurang lebih 30 warga di Desa Cijedil tertimbun longsor dan reruntuhan bangunan.
“Saya sangat berharap anggota keluarga saya yang tertimbun longsor jenazahnya dapat diketemukan, saya juga berterima kasih atas bantuan dari pasukan TNI AL yang sampai sekarang terus melakukan pencarian warga yang hilang di desa kami,” ungkap Solikhin warga Desa Cijedil, dilansir dari laman Dispenal, Minggu (27/11/2022).
Solikhin merupakan salah seorang dari 40 kepala keluarga yang rumahnya terletak di tebing dan menjadi korban tanah longsor akibat gempa. Musibah ini mengakibatkan empat orang anggota keluarganya hilang tertimbun dan satu orang jenazahnya telah diketemukan.
Pada pencarian hari pertama Komandan Pasmar -1 Brigjen TNI Marinir Hermanto yang sekaligus Komandan Satgas TNI AL Penanggulangan Bencana Alam ini mengatakan bahwa Satgas TNI AL bersama Basarnas dan Satgas lainnya terus menerus melakukan pencarian korban semaksimal mungkin.
“Pencarian terus dilaksanakan dan tetap perhatikan faktor keamanan, Tim akan sangat berhati-hati, karena yang akan dievakuasi kondisinya sudah lebih dari tiga hari, kita bersama perangkat Desa, Basarnas dan unsur yang lain akan terus membantu pencarian dan evakuasi sampai ketemu dan tetap semangat,” tegas Brigjen Hermanto.
Di tempat terpisah, Kasal Laksamana TNI Yudo Margono mengamanatkan kepada Satgas TNI AL untuk memanfaatkan semaksimal mungkin potensi yang dimiliki TNI AL untuk penanganan isu kemanusiaan dan bencana alam sampai tuntas, dan untuk seluruh personel agar cepat tanggap dengan permasalahan yang terjadi di masyarakat. Tidak kalah pentingnya dalam penugasan ini harus tetap koordinasi dan bekerjasama dengan stake holder dan relawan yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini. (nto)