Made Jabbon Dibui Kasus Korupsi, Kasi Penkum: 9 Tahun Dicari

 Made Jabbon Dibui Kasus Korupsi, Kasi Penkum: 9 Tahun Dicari

MASUK BUI-Petugas kejaksaan menangkap Made Jabbon di rumahnya setelah menjadi buron selama 9 tahun.

DENPASAR, NETIZENINDONESIA-Tim tangkap buron (Tabur) gabungan Kejati Bali dan Kejati Papua menangkap buron kasus korupsi, I Made Jabbon Suyasa Putra,41, Jumat (12/11/2021) sekitar pukul 06.00 wita. Pria kelahiran Jakarta itu ditangkap di rumahnya Banjar Tengah Bon Biu, Blahbatuh, Gianyar, Bali. Menurut Kasi Penkum dan Humas Kejati Bali, A.Luga Harlianto terpidana I Made Jabbon Suyasa Putra merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejati Papua yang  9 tahun dicari keberadaannya untuk melaksanakan putusan tingkat kasasi Nomor 392 K/Pid.sus/2012 tanggal 27 Maret 2012.

Sebelumnya terpidana I Made Jabbon Suyasa Putra ditahan di tingkat penyidikan hingga tahap upaya hukum di tingkat banding. Pada saat menunggu putusan kasasi, terpidana I Made Jabbon Suyasa Putra dikeluarkan demi hukum dikarenakan masa penahanannya telah habis. Sejak saat itu terpidana I Made Jabbon Suyasa Putra tidak berada lagi di tempat tinggalnya. Nah, beberapa bulan terakhir, Kejati Papua mendapatkan informasi terpidana berada di Kabupaten Gianyar sehingga dilakukan pemantauan intensif gabungan Kejati Papua dan Kejati Bali. “Beberapa hari terakhir terpantau di rumahnya dan pagi sekitar pukul 06.00 wita diamankan untuk selanjutnya akan dibawa ke Jayapura untuk melaksanakan putusan tingkat kasasi Nomor 392 K/Pid.sus/2012 tanggal 27 Maret 2012,”ujar Luga Harlianto.

Dibeberkan Luga Harlianto, I Made Jabbon sesuai putusan Nomor 392 K/Pid.sus/2012 dijatuhi pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan dan denda sebanyak Rp. 50.000.000,- subsidair 3 bulan Kurungan. Selain itu terpidana diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp. 740.908.700,-. “Dengan ketentuan bila tidak mampu membayar diganti penjara 1 tahun”, imbuh Luga Harlianto.

Putusan kasasi itu menurut Luga Harlianto menguatkan putusan Pengadilan Tipikor Jayapura Nomor 02/Pid.Tipikor/2011/PN.Jpr. tanggal 27 September 2011 juncto putusan Pengadilan Tipikor tingkat banding Nomor 04/Tipikor.Banding/2011/PT.Jpr. tanggal 21 November 2011, yang intinya menyatakan terpidana I Made Jabbon Suyasa Putra telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi sebagaimana diatur  pasal 3 Jo. Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo. pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Terpidana kelahiran Jakarta itu diputus bersalah melakukan korupsi pengadaan notebook dan genset di Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupatan Keerom, Papua.  “Pekerjaan belum selesai 100% namun terpidana melampirkan dokumen pekerjaan seolah-olah selesai 100%, akibatkan kerugian negara sebesar Rp. 805.908.700,-.”tegas Luga Harlianto.  (ais)

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *