Lahir dan Besar di Bali, WN Jepang Berharap Jadi WNI

 Lahir dan Besar di Bali, WN Jepang Berharap Jadi WNI

CINTA INDONESIA-Oyagi menjalani sidang verifikasi permohonan jadi WNI di Kemenkumham Bali.

DENPASAR, NETIZENINDONESIA–Oyagi Shuka,22, lahir dan besar di Bali. Wanita keturunan Jepang tersebut kini tengah menempuh pendidikan tinggi di salah satu perguruan tinggi di Bali. Dia selama ini juga aktif di STT (Sekaa Teruna Teruni) di tempat tinggalnya, Mertasari, Sanur, Denpasar Selatan. Atas kecintaannya pada budaya Bali, Oyagi Shuka mengajukan permohonan menjadi warga negara Indonesia (WNI). Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Jamaruli Manihuruk selaku Ketua Tim Verifikasi dengan didampingi Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM , Constantinus Kristomo memimpin sidang permohonan kewarganegaraan, Senin (20/9/2021). Dalam kesempatan tersebut, hadir pula anggota tim verifikasi dari Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kanwil Kemenkumham Bali, Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkumham Bali, Polda Bali, dan Ditjen Pajak Kanwil Bali.

Menurut Jamaruli Manihuruk  permohonan pewarganegaraan sesuai dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia Pasal 8 yang mengatur Kewarganegaraan Republik Indonesia dapat juga diperoleh melalui pewarganegaraan.  Selain itu pasal 3 Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2007 juga mengatur tentang tata cara memperoleh kehilangan dan pembatalan serta memperoleh kembali Kewarganegaraan Republik Indonesia.

“Warga Negara Asing tersebut sangat fasih berbahasa Bali, menari Bali dan aktif berorganisasi di salah satu banjar di Wilayah Sanur, Denpasar,” ujar Jamaruli Manihuruk. Tim verifikasi dalam sidang tersebut sambung Jamaruli Manihuruk mengajukan beberapa pertanyaan diantaranya terkait wawasan kebangsaan serta alasan mengapa memilih menjadi Warga Negara Indonesia. “Yang menarik Oyagi Shuka mampu menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan Baik, nantinya tim verifikasi akan melakukan verifikasi kelengkapan berkas untuk kemudian diajukan ke pusat,”imbuh Jamaruli Manihuruk. (ais)

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *