Kondisi Terkini Wayan Wakil Sejak Sidang Sengketa Tanah Lawan Bos Maspion Dihentikan

 Kondisi Terkini Wayan Wakil Sejak Sidang Sengketa Tanah Lawan Bos Maspion Dihentikan

KOMPLIKASI-Kondisi kesehatan Wayan Wakil kian memprihatinkan akibat sakit diabetes.

NETIZENINDONESIA-Mantan Wagub Bali, I Ketut Sudikerta, AA Gde Agung dan Wayan Wakil,54,  menjelang akhir tahun 2019 lalu diadili di PN Denpasar dalam kasus sengketa tanah atas laporan Alim Markus, Bos Maspion Grup. Dari tiga orang pesakitan tersebut, hanya Ketut Sudikerta dan AA Gde Agung yang menjalani sidang hingga babak akhir. Sementara Wayan Wakil dihentikan penuntutannya oleh majelis hakim yang diketuai Estar Oktavi beranggotakan Koni Hartanto dan Heryanti dengan alasan sakit komplikasi parah. Wayan Wakil tidak mampu lagi mengikuti persidangan.

Ditemui di rumahnya kawasan Balangan, Uluwatu, Kuta Selatan, Jumat (10/9/2021) tampak Wayan Wakil ditemani istri dan anaknya tergolek di tempat tidur.  Kondisi fisiknya semakin kurus dengan nafas tersengal tidak teratur. Bekas luka-luka di kakinya tampak  menghitam. Sejak divonis menderita diabetes akut oleh dokter, Wakil kesulitan untuk melakukan aktifitas pribadi. Jalan kaki pun ia tak mampu. Dalam satu minggu bisa sampai tiga kali,Wakil harus berobat ke dokter. ”Jantung saya pak, ginjal juga sakit,”katanya.

Disinggung perkaranya dengan Alim Markus, bos Maspion Grup, Wayan Wakil sudah pasrah. Dia mencoba mengingat kembali proses persidangan yang melelahkan hingga membuatnya terkapar. “Saya serahkan ke anak dan pengacara saya, saya sudah kasih bukti-buktinya, ada akte perjanjian dan lainnya, pak lihat sendiri kondisi saya,”kata Wayan Wakil sambil berbaring.

Sementara  Putu Sunarya anak sulung Wayan Wakil menyampaikan, kondisi bapaknya terus menurun. Bahkan, dua hari sebelumnya ayahnya sempat pingsan di kamarnya. “Kita semua sudah pasrah, ibu saya nangis. Bapak dipanggil-panggil tidak menjawab, cukup lama pingsannya,”ujar Putu Sunarya.

Melihat kondisi bapaknya ini, sambung Putu Sunarya, anggota keluarga tidak berani lagi meninggalkan sendirian di dalam kamar. Untuk urusan pribadi saja, seperti  mandi atau keperluan ke toilet, Wayan Wakil harus dibantu orang, termasuk mengganti pakaian. “Kata dokter harus operasi jantung, tapi melihat kondisinya seperti ini saya belum berani putuskan,”imbuh Putu Sunarya.

Kondisi ayahnya tersebut imbuh Putu Sunarya kian berat seiring ambruknya perekonomian Bali  akibat hantaman virus korona. Putu yang sehari-harinya turut menggantungkan hidup di bisnis pariwisata kini nyaris tak memiliki penghasilan tetap. Penginapan miliknya di dekat pantai Balangan kosong melompong sejak dua tahun terakhir. “Sudah gak bisa apa-apa, untuk biaya pengobatan bapak saja tidak sedikit. Kita hanya pasrah saja pak,”ungkap Putu Sunarya sedih.  

Sementara itu, Agus Sujoko selaku kuasa hukum Wayan Wakil dikonfirmasi, Minggu (12/9) mengatakan dengan kondisi kliennya seperti itu, kecil kemungkinan bisa melanjutkan persidangan. Justru ia khawatir kalau perkaranya dilanjutkan bisa berakibat fatal. “Waktu sidang dulu kan lihat sendiri, Wakil harus pakai kursi roda. Malah dia sempat ambruk pingsan di pengadilan,”ujar Agus Sujoko sekaligus menjawab tudingan banyak pihak yang menyebutkan Wakil sudah sehat.

Ditambahkan, dengan kondisi Wayan Wakil seperti ini, ia mengusulkan pada pihak yang berperkara mencari solusi di luar pengadilan. “Kalau pihak kami posisinya menunggu saja, karena kondisi klien kami seperti itu adanya. Ada beberapa pihak yang mendesak sidang Wakil dilanjutkan, tapi dengan kondisi seprti itu apa mungkin bisa dilanjutkan? mari kita bicara mencari solusi terbaik bagi semua pihak,penghentian penuntutan atas dasar kemanusiaan,”saran Agus Sujoko. (ais)

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *