Kisah Made Subrata, Perajin Keris dari Kaba Kaba, Tabanan

 Kisah Made Subrata, Perajin Keris dari Kaba Kaba, Tabanan

KREATIF-Subrata dan Mangmong tengah menempa besi menjadi sebilah keris yang indah.

TABANAN, NETIZENINDONESIA-I Made Subrata sudah tidak muda lagi. Tapi siapa sangka, pria berusia 70 tahun ini masih cekatan, menempa besi menjadi keris yang indah dan bercirikan khusus. Gaya bicaranya pun menampakkan, sosok bapak kelahiran 1951 silam ini memiliki semangat kerja tinggi. Ditemui di rumahnya, Banjar Dangin Pangkung Desa Kaba Kaba, Kediri, Tabanan, bertepatan dengan hari Tumpek Landep, Sabtu (11/9/2021), Subrata menuturkan kisahnya menjadi pande besi hingga akhirnya memilih khusus membuat keris.

Kala itu, tahun 1985, Subrata mulai membuat alat-alat pertanian di rumahnya. Seiring perjalanan waktu, Subrata mengubah kandang babi miliknya menjadi tempat kerja. Dia lantas  berguru secara khusus pada Jro Mangku Ketut Sandi di Jalan Ratna Denpasar guna membuat keris. Selanjutnya, bapak 1 orang putra dan 2 putri itu mengelana mencari guru khusus membuat keris di kawasan Penarungan, Badung. Usahanya ini sia-sia. Ia tidak mendapatkan guru yang pas untuk mengajari membuat keris seperti yang diharapkan. “Akhirnya saya kembali dan menetap sebagai murid Mangku Sandi,”tutur Subrata.  

Dibawah ajaran Mangku Sandi, akhirnya Subrata mendapat kepercayaan mengikuti demonstrasi pembuatan keris di ISI Denpasar tahun 2006. Dari sini, nama Subrata mulai dilirik banyak orang. Empat tahun kemudian, Subrata mendapat kesempatan belajar membuat keris di Solo bersama Basuki. “Saya ditantang oleh pak Basuki untuk membuat keris, kalau gagal saya tidak diperbolehkan pulang ke Bali. Berkat dorongan semangat Pak Suteja Neka, akhirnya berhasil,”kenang Subrata bangga.

Suami Made Gadung ini pun kian semangat membuat keris dengan kesulitan beraneka ragam sesuai pesanan. “Saya pernah mendapat pesanan keris 5 Cm dengan luk 9, tantangan ini berhasil saya selesaikan,”ungkap Subrata.

Karya Subrata kian moncer. Tercatat ada politikus Gerinda, Fadli Zon meminta dibuatkan keris sesuai gambar yang dimiliki. Selain itu, Prabowo Subianto, sekarang Menhan RI turut pula memesan keris. Selain tokoh dalam negeri, beberapa warga asing, seperti Belanda, Brazil, Prancis pernah memesan keris pada Subrata. “Bulenya datang langsung kesini membawa gambar keris yang dipesannya,”imbuh Subrata.

Selain membuat keris, Subrata juga menerima pesanan alat-alat pertanian seperti pisau ataupun sabit. Tapi, sejak pandemi pesanan alat pertanian sudah berkurang. “Masih ada yang namun hanya sedikit, beda sebelum pandemi,”aku Subrata didampingi istrinya.

Dalam bekerja, Subrata juga dibantu anaknya dan Mangmong, warga Madura yang cinta pada keris. “Keris itu unik, ada perbedaan khusus tiap daerah di Indonesia, seperti keris Bali, Jawa, Madura memiliki ciri tersendiri,”ujar Mangmong. “Kalau soal mistis, seperti ada keris bisa berdiri itu tergantung orangnya. Prinsipnya semua ada ilmunya, mungkin  orang dulu besi cukup dipijat pakai tangan, kalau sekarang ya pakai alat ditempa, dipukul, atau dicairkan di level titik didih logamnya,”jelas alumni FE Undiknas ini. (ais)

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *