Istri Zainal Tayeb: Suami Saya Sakit, Mohon Kabulkan Penangguhan Kami

 Istri Zainal Tayeb: Suami Saya Sakit, Mohon Kabulkan Penangguhan Kami

SHOCK-Dewi Tayeb didampingi putrinya memohon hakim mengabulkan permohonan penangguhan suaminya dengan alasan sakit

BADUNG,NETIZENINDONESIA–Nyoman Dewi Anggreni, istri Zainal Tayeb akhirnya angkat bicara terkait kasus yang menimpa suaminya, Sabtu (18/9/2021). Ini hari pertama wanita yang akrab dipanggil Dewi Tayeb itu berjumpa wartawan sejak suaminya ditahan 10 hari lalu. Dia memohon kepada majelis hakim yang menyidangkan kasus suaminya, dapat mengabulkan penangguhan penahanan dan keluarga siap jadi penjamin.

 “Saya mohon agar penangguhan penahanan suami saya dapat dikabulkan karena kondisinya tengah sakit. Saya bersama anak-anak siap menjamin suami saya tidak akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan bersikap kooperatif dengan mengikuti proses hukum yang berlaku,” kata Dewi saat ditemui di rumahnya kawasan Kuta, Badung.

Dewi Tayeb mengungkapkan usai sang suami menjalani sidang perdana Kamis (16/9/2021) lalu, kondisinya mulai tidak sehat dan mengeluh mata merah karena kurang tidur serta terpapar asap rokok. Keluarga mengkhawatirkan kondisi kesehatan Zainal rentan terpapar Covid-19 karena memiliki penyakit bawaan diabetes. “Apalagi kondisi Covid-19 seperti sekarang ini, campur dengan banyak orang yang mungkin sirkulasi udaranya kurang bagus, minim ventilasi, kurang tidur karena harus gantian tempatnya dengan tahanan lain,” ujarnya.

Dewi meyakini bahwa suaminya tidak bersalah dan menipu Hedar, keponakannya sendiri yang memang sudah menjadi orang dekat sekaligus kepercayaan keluarga untuk menjalankan bisnis properti. “Saya yakin suami saya nggak salah. Apalagi kalo ngebayangin kondisi bapak, konsumsi obat pola makan dan tidurnya, terus terang saya jadi kepikiran. Sering nggak enak makan, tidur juga di kursi nggak pernah di tempat tidur karena selalu kebayang kondisi bapak di penjara,” kata Dewi sambil terisak.

Dijelaskan Dewi Tayeb, saat suaminya dilaporkan ke polisi pada Februari 2021 dan ditetapkan sebagai tersangka dua bulan kemudian, seluruh tanah hingga modal dan perusahaan yang dikelola Hedar adalah milik suaminya. “Pelapor (Hedar) hanya karyawan biasa yang diangkat sebagai direktur untuk mengelola perusahaan. Semua saham atas nama saya dan suami. Selama dia menjalankan perusahaan tidak pernah ada RUPS dan kami nggak tahu keuntungan perusahaan larinya kemana,” katanya.

Sampai akhirnya perusahaan diambilalih dan dikuasai Hedar tanpa pernah ada proses jual beli dan pengalihan saham. Sejak melaporkan Zainal ke Polres Badung, Hedar telah memblokir seluruh akses komunikasi dan tak lagi dapat dihubungi.

Sang putri, Karina Putri Zainal Tayeb berharap masih ada keadilan untuk sang ayah. “Maunya kita bisa besuk setiap hari, jenguk daddy tapi nggak bisa ya kita ikut prosedur yang berlaku aja,” katanya.

Bahkan, saat bukan jadwal hari besuk tiba dan keluarga ingin melihat kondisi Zainal di tahanan, Karina bersama saudara dan sang ibu datang ke Polres Badung hanya melihat dari jendela. “Ya kadang yang kita lakukan datang seperti mau piknik tapi datangnya ke Polres Badung cuma di parkiran aja . Meski nggak bisa ketemu, rasanya sudah di satu areal aja berasa deket bahkan betah dari jam 10-an kadang sampai jam 12-an, mau dzuhur baru kita pulang,” kata Karina.

Karina berharap penangguhan penahanannya dapat dikabulkan sehingga sakit sang ayah tidak bertambah parah. “Daddy saya bukan orang kriminal, nggak mungkin nipu orang. Untuk daddy semoga tetap kuat, selalu jaga kesehatan dan kami semua yakin kebenaran akan menemukan jalannya,” katanya yang tak kuat menahan tangis. (ais)

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *