Heny Shanti, dari Fatmawati ke Inggit

 Heny Shanti, dari Fatmawati ke Inggit

MULTI TALENTA-Heny Santhi sukses perankan sosok Fatmawati.

DENPASAR, NETIZENINDONESIA-TIDAK banyak pegiat seni akting yang beruntung dapat kesempatan memerankan dua tokoh wanita yang dicatat sejarah ikut berkontribusi aktif bagi lahirnya NKRI.  Maka, tak heran jika aktris senior Bali, Heny Shanti, mengaku bersyukur dipercaya memerankan karakter Inggit Ganarsih, istri kedua Presiden pertama NKRI,  di film “Bung Karno di Bawah Pohon Sukun” yang saat ini dalam proses akhir produksi.

“Ya,  pastinya sejarah yang tak akan terlupa  bagi hidup dan karir saya sebagai pegiat seni peran selama ini, ” ucap Heny dengan wajah sumringah. “Saya tentu selalu bersyukur, ini kan peluang yang langka terjadi, dan saya beruntung untuk itu. “

Sebelumnya, Heny Shanti terpilih memerankan karakter Fatmawati, istri ketiga Bung Karno yang mendampinginya ketika kemerdekaan Indonesia diproklamasikan. Adalah sutradara senior Abu Bakar dari Teater Bumi Bali, yang memberi kepercayaan tersebut dalam pentas “Detik Detik Proklamasi” di ajang Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2019 lalu.

Rupanya setelah pentas tersebut sukses, kesempatan datang dari tim produksi film “Bung Karno di Bawah Pohon Sukun” yang rupanya tertarik atas keberhasilan Heny menjiwai tokoh Fatmawati. “Ya, jadilah saya berperan dari Bu Fatmawati ke Bu Inggit, ” ungkap Heny dengan senyum ceria.

Guna mendalami karakter Inggit Heny pun mengaku melakukan riset kecil kecilan dengan membaca buku biografi sang tokoh  dan menyerap sejumlah referensi terkait dari internet.  Heny yang juga dikenal sebagai penyanyi, host, dan juri sejumlah lomba giat dunia kreatif di Bali, saat ini juga mengaku tengah bersiap menggarap film televisi “Legenda Kebo Iwa” yang diproduksi Bali TV.

“Ya, ini film kedua saya sebagai sutradara. Awal tahun 2021 lalu saya untuk pertamakali dipercaya produser mengambilalih tugas sutradara yang mendadak jatuh sakit, ketika proses produksi tengah berjalan,” ungkapnya.

Proses produksi tentu tak boleh berhenti, ya the show must go on. “Syukurlah karya perdana saya dapat apresiasi publik, tentunya membuat saya makin bersemangat menekuni sektor penyutradaraan lebih lanjut, ” ungkap Heny Shanti.

Dijelaskan, saat itu awalnya Heny diplot untuk posisi asisten sutradara. “Ya, proses kreatif saya mengalir setelah giat berperan sejak tahun 2002, akhirnya sekarang dipercaya untuk menyutradarai,” ucapnya.

Bagi  Heny yang sudah giat berteater sejak usia sekolah, dan  aktif sebagai artis FTV medio 2008, cara kerja sutradara sudah dia pelajari secara diam diam. “Saat jeda suting, saya memilih gaul dengan crew teknis produksi, mengamati dan diskusi, ya learning by doing gitulah, ” kisah Heny Shanti. (ps)

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *