Eksekusi Hotel White Rose Diwarnai Tangisan Karyawan

 Eksekusi Hotel White Rose Diwarnai Tangisan Karyawan

KONDUSIF-Panitera Matilda membacakan penetapan PN Denpasar tentang pelaksanaan ekskusi hotel White Rose,Legian.

BADUNG,NETIZENINDONESIA-Isak tangis karyawan mewarnai pelaksanaan eksekusi hotel White Rose di Legian, Badung, Kamis (24/06/2021). Beberapa karyawan mempertanyakan status mereka apabila hotel tempatnya bekerja beralih manajemen. “Saya sudah bekerja lebih dari 10 tahun, apakah kalau hotel dibuka lagi saya masih bisa bekerja lagi,” tanya karyawan wanita sambil menangis.

Keluhan karyawan tersebut langsung ditanggapi Panitera PN Denpasar, Matilda Tampubolon. Menurut dia, karyawan tidak perlu mengkhawatirkan hal itu. Pasalnya, pihaknya sudah menjamin kelangsungan nasib karyawan meskipun hotel berganti pemilik dan manajemen. “Saya jamin saudara semua tetap bekerja sebagai karyawan apabila hotel ini dibuka kembali,”tegas Matilda.

Sejatinya, sambung Matilda pihaknya sudah mengundang perwakilan karyawan ke pengadilan namun tidak datang. Pun demikian, Matilda kembali menegaskan masalah eksekusi tidak akan merugikan karyawan. “Saya membela dan memperhatikan nasib saudara karyawan hotel. Pihak pemenang sudah menjamin hal ini, jangan khawatir bila karyawan diabaikan setelah hotel beroperasi kembali,”kata Matilda yang diiyakan kuasa hukum pemohon ekskusi.

Sementara itu dalam berita acara eksekuksi, Matilda didampingi juru sita Wayan Gara menyebutkan eksekusi berdasarkan penetapan nomor 136/Pdt.G/2020/PN.Dps.Jo Nomor 15/Eks/2021/PN.Dps dan nomor 382/Pdt.G/2006/PN.Dps,Jo nomor 113/PDT/2008/PT.Dps, Jo nomor 1264 K/PDT/2010, Jo nomor 469 PK/PDT/2012. Pemohon ekskusi disebutkan Budiman Candra, Sulistio Linggawati,Sutrisno Tanuwidjaja melawan PTPondok Asri Dewata, PT Bank Permata, Santoso, Mirah Wahyuningsih, dan Linda Sugiarto. “Sebelumnya sudah dilakukan teguran/anmaning pada para termohon ekskusi namun hingga jangka waktu 8 hari yang ditentukan tidak dipenuhi termohon, maka eksekusi dapat dilanjutkan hari ini. Dan eksekusi juga sesuai dengan ijin dari Ketua Pengadilan Tinggi Denpasar,” kata Matilda.

Selama proses eksekusi dibawah pengawalan ketat aparat kepolisian, situasi tetap kondusif. Informasi dari Kabag Ops Polresta Denpasar, Kompol Gede Ganefo ada sekitar 80 anggota Sabhara dikerahkan dalam pengamanan. Selain personil, pihaknya juga menurunkan kendaraan taktis (Rantis),dan mobil penghalau massa. “Pasukan masih ditambah personil Polsek Kuta dibawah komando Kapolsek Kompol Gatra,”ujar Kompol Ganefo.

Ditambahkan, anggota kepolisian hadir di lokasi sejak pagi hari. Selama pengamanan polisi sempat mengusir massa yang berada di dalam hotel. Pasalnya massa berpakaian adat Bali itu diketahui bukan termasuk karyawan hotel. “Bagi yang bukan karyawan silakan meninggalkan tempat, jangan menghalang halangi petugas,”perintah polisi lewat pengeras suara. (ais)

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *