Arthanegara: Kita Harus Paham Politik, Agar tidak Jadi Korban Politik

 Arthanegara: Kita Harus Paham Politik, Agar tidak Jadi Korban Politik

SOSOK MULTITALENTA-Arthanegara dipandu Putu Suarthama membeber pengalamannya di bidang pendidikan,politik dan seni.

DENPASAR, NETIZENINDONESIA-Profil Drs. I Gusti Bagus Arthanegara, SH,MH,Mpd bisa dibilang unik dan luar biasa. Pria berusia 77 tahun tersebut memiliki segudang talenta, mulai bidang seni, sastra, olahraga, pendidik profesional hingga ilmu berpolitik. Dari sekian banyak pengalaman dan kemampuan yang dimilikinya, hanya terjun ke dunia politik yang diabaikan. Padahal, sesepuh Yayasan Universitas Mahadewa (sebelumnya IKIP PGRI) Bali itu pernah memimpin KNPI hingga mendapat pendidikan khusus bersama tokoh nasional seperti Akbar Tanjung, Theo L. Sambuaga,Fahmi Idris dan lainnya. Tapi kenapa Arthanegara tidak mau terjun ke dunia politik, meski peluang itu terbuka lebar. “Politik itu menurut saya menakutkan, kejam, keras maka saya tidak pernah tertarik memilih jalan politik. Tapi saya sepakat kita harus paham politik,  agar tidak jadi korban politik,”ungkap Arthanegara.

Ucapan Arthanegara ini terungkap saat sebagai nara sumber Podcast Netizenindonesia, Senin (20/9/2021) dengan host Putu Suarthama.  Arthanegara dikenal sebagai aktivis sejak masa SMA, saat kuliah menjadi aktif di Senat Mahasiswa,  tapi mengaku selalu menolak tawaran aktif di ranah politik praktis.  “Saya banyak yang menawarkan posisi penting di sejumlah partai besar,  tapi saya tidak tertarik, “tegasnya.

Karier profesional Arthanegara yang pernah menjadi ketua KNPI Bali (1982-1985) di kalangan pengamat politik memang termasuk anomali. Sebab,  di masa orde baru,  posisi petinggi KNPI menjadi salah satu basis rekrutmen kader Golkar untuk duduk di DPRD atau DPR. Tapi,  tokoh kita ini justru memilih tetap mengabdi di dunia pendidikan. Jabatan puncaknya sebelum pensiun jadi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan di Kabupaten Tabanan (1983-1986). “Saya terlanjur jatuh cinta pada dunia pendidikan. Sejak mengabdi jadi guru SMP tahun 1970-an. Syukur saya dipercaya memimpin yayasan sampai saat inj,  “ungkapnya.

Jadi, Arthanegara secara konsisten mengabdi di dunia pendidikan lebih dari 55 tahun. “Ya,  saya di jalur ini sejak sebelum menikah sampai punya anak,  cucu dan cicit, ” ucapnya. (pus)

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *