Adili Oknum Sulinggih, PN Denpasar Siapkan Hakim Senior

 Adili Oknum Sulinggih, PN Denpasar Siapkan Hakim Senior

PODCAST-KPN Denpasar, Sobandi membeber kemajuan dan inovasi dalam pelayanan pada masyarakat.

DENPASAR,NETIZENINDONESIA- Pengadilan Negeri Denpasar merespon cepat pelimpahan berkas perkara oknum sulinggih, IWM dalam kasus dugaan pencabulan. Majelis hakim dengan kualifikasi  senior ditugasi menyidangkan perkara ini. Pemegang palu dipercayakan pada Made Pasek dengan anggota IA Adnya Dewi dan Putu Novyartha. “Mereka sudah hakim senior memiliki kredibilitas tinggi dan profesional,”kata Ketua PN Denpasar, Sobandi saat jadi bintang tamu Podcast Netizenindonesia, Jumat (26/3) di ASA Coffee Renon, Denpasar.

Dijelaskan Sobandi, hakim Made Pasek dan IA Adnya Dewi sebelumnya mengadili Jerinx, musisi SID  kasus pelanggaran UU ITE. Kasus ini menyita perhatian publik, media masa dan tentunya media sosial. Pendukung Jerinx berjumlah ratusan beberapa kali berunjukrasa di depan PN Denpasar bahkan di depan kantor kantor Gubernur Bali. Pun demikian, sidang yang digelar secara online dan offline tersebut bisa berjalan lancar hingga pembacaan putusan.  “Kuncinya kita  jalin komunikasi dengan semua pihak, termasuk LSM demi kebaikan bersama,”ungkap Sobandi.

Kembali ke kasus oknum sulinggih, ditambahkan Sobandi belum dipastikan apakah sidangnya dilaksanakan secara online atau offline. Hal itu menjadi kewenangan majelis hakim termasuk menentukan jadwal persidangan. Selain bicara kedua kasus tersebut, Sobandi selama podcast menyampaikan sejumlah terobosoan PN Denpasar sebelum dan sesudah mendapatkan predikat WBK dari Kemen PAN/RB. Inovasi paling gres dari PN Denpasar adalah membuka pelayanan bagi masyarakat di mal. Konter pelayanan ini memudahkan masyarakat bila memerlukan pelayanan dari PN Denpasar. “Jadi masyarakat tidak perlu datang ke pengadilan, misalnya untuk mendapatkan surat keterangan, cukup di konter tersebut sudah selesai,”terang mantan hakim kasus biro perjalanan umrah, First Travel ini.

Selain itu, pelayanan permohonan penyitaan, penggeledahan yang dibutuhkan polisi maupun jaksa juga mengalami kemanjuan. Bila sebelumnya memerlukan berhari-hari hanya untuk mengurus surat izin penggeledahan kini berubah total. Polisi atau jaksa tinggal mengirimkan permohonan secara online, tunggu beberapa jam sudah keluar. Begitu juga dengan jadwal sidang. Kini, jadwal sidang dibagi untuk kasus perdata digelar Senin dan Rabu, dan Jumat (pemeriksaan setempat). Sementara jadwal pidana termasuk sidang korupsi dilaksanakan Selasa dan Kamis. “Pembagian jadwal sidang ini menjawab keluhan pengacara, jaksa maupun hakim itu sendiri. Sebelumnya banyak mengeluh sidangnya sore hari bahkan sampai malam,sekarang tidak lagi,”imbuh Sobandi yang berjanji akan terus melakukan perubahan serta peningkatan pelayanan dan SDM PN Denpasar.

Sobandi tak ketinggalan menyampaikan pula soal isu suap, permainan perkara yang kerap menghampiri pengadilan di Indonesia. Apa kiatnya? Dan bagaimana meningkatkan mental para hakim dan seluruh pegawai pengadilan? Penasaran ? Ikuti penjelasan rinci KPN Sobandi di chanel youtube netizenindonesia edisi Senin, 29 Maret 2021, dipandu host Agus Samijaya.  (tim)

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *