Abaikan Prokes, Tujuh Orang Bule Dikenai Sanksi

 Abaikan Prokes, Tujuh Orang Bule Dikenai Sanksi

LANGGAR PROKES-Salah seorang warga asing yang terjaring razia prokes diperiksa petugas yustisi.

DENPASAR, NETIZENINDONESIA-Tim Bidang Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai bersama Tim Operasi Yustisi PPKM telah memeriksa dan menahan pasport warga negara asing (WNA) yang terjaring operasi protokol kesehatan (prokes). Bule sebanyak tujuh orang tersebut dijaring Imigrasi saat melakukan razia gabungan bersama unsur Kepolisian dan Satpol PP di wilayah Simpang Deus, Desa Tibubeneng Kecamatan Kuta Utara – Badung.

Menurut keterangan Kepala Kanwil Kemenkumham Bali, Jamaruli Manihuruk, Selasa (13/7/2021) ketujuh warga asing yang melanggar tersebut berasal dari banyak negara. Diantaranya, dari Perancis atas nama Tuil dan Tuil Devie, dua orang warga Ukraina atas nama Maria dan Serhi, satu orang warga  Belanda atas nama Derk, satu orang warga Portugal atas nama Anabela, dan satu orang warga Inggris atas nama Jonathan Hugh Pounder.

Pemeriksaan warga asing itu sambung Jamaruli Manihuruk merupakan rekomendasi Satpol PP yag lebih dulu melakukan pemeriksaan intensif. Setelah melakukan pemeriksaan, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai akhirnya menahan passport Jonathan Hugh Pounder yang diketahui beristrikan warga Indonesia. Sedangkan 6 Orang WNA lainnya telah diberikan sanksi denda sesuai dengan Peraturan Gubernur No 10 tahun 2021 Tentang Penerapan Disiplin Dan Penegakan Protokol Kesehatan

Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru. “Sampai saat ini, yang bersangkutan tidak ditahan namun Kantor Imigrasi kelas I Khusus TPI Ngurah Rai tetap melakukan pemeriksaan dan menahan passport yang bersangkutan. Disaat PPKM Darurat ini, pihak imigrasi ikut  dalam pelaksanaan penertiban prokes dan menunjukan komitmen komitmennya ikut bertanggungjawab dalam pelaksanaan PPKM darurat ini,”ujar Jamaruli Manihuruk. (ais)

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *