Masuk Bali Pakai Suket Bebas Covid Palsu, Kedua Bule Ini Diusir dari Indonesia

 Masuk Bali Pakai Suket Bebas Covid Palsu, Kedua Bule Ini Diusir dari Indonesia

BEBAS-Dua orang WNA menjalani pemeriksaan sebelum meninggalkan Lapas Singaraja kasus suket palsu.

DENPASAR, NETIZENINDONESIA-Dua orang warga asing yang sebelumnya menggunakan surat keterangan (Suket) palsu bebas covid-19 diusir dari wilayah Indonesia. Keduanya adalah, D.A,42, laki-laki kelahiran Rusia,dan O.M, perempuan asal Ukraina,35. Dalam pers rilis tertulis Kanwil Kemenkumham Bali, Minggu (31/10/2021) kedua bule itu dideportasi melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta, Sabtu (30/10/2021) malam.  Dijelaskan Kepala Kanwil Kemenkumham Bali, Jamaruli Manihuruk, sebelumnya, kedua warga asing tersebut telah menjalani masa tahanan di Lapas Kelas IIB Karangasem selama 8 (delapan) bulan. Mereka melanggar  pasal 268 ayat (2) KUHP jo.pasal 55 ayat (1) ke-1, tentang secara bersama-sama dengan maksud menyesatkan penguasa umum memakai surat keterangan (Surat keterangan dokter) yang dipalsukan seolah-olah surat itu benar. “Tanggal 2 Maret 2021 lalu, yang bersangkutan diamankan sesaat setelah turun dari kapal feri di Pelabuhan Padangbai Karangasem,”sebut Jamaruli Manihuruk.  

Kala itu, sambung Jamaruli Manihuruk, kedua bule itu datang dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Saat di pos terpadu, keduanya menunjukkan surat keterangan hasil tes PCR SARS COV-2 yang diterbitkan Rumah Sakit Siloam Media Canggu Badung. Petugas pemeriksa menemukan kejanggalan antara waktu penerbitan dengan nomor registrasi surat keterangan tersebut. Petugas lalu menghubungi rumah sakit dan mendapat konfirmasi tidak pernah menerbitkan surat tersebut.

“Keduanya bebas Jumat (29/10) langsung diserahkan ke Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja. Setelah diperiksa di Ruang Detensi Imigrasi Singaraja, keduanya dideportasi menggunakan Turkish Airlines tujuan akhir Moskow – Rusia dan Kharkiv – Ukraina,”sambung Jamaruli Manihuruk.

Selain melanggar KUHP, disebutkan keduanya juga melanggar Pasal 75 ayat (1) Undang – Undang No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. “Ditambah lagi yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19,”pungkas Jamaruli Manihuruk. (ais)

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *