Ajak Wik Wik Adik Kelas di Toilet Mall Jimbaran, Siswa Asal Jepang Terancam 7,5 Tahun
Gempa M 7,6 Guncang Sulut: Peringatan Tsunami Berakhir, Warga Diimbau Tetap Waspada

Gedung KONI Manado rusak parah akibat guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 pada Kamis (2/4/2026).
NETIZENINDONESIA.ID– Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang Sulawesi Utara dan wilayah sekitarnya pada Kamis pagi (2/4/2026). Guncangan kuat ini sempat memicu peringatan dini tsunami dari BMKG, sebelum akhirnya dinyatakan berakhir.
Meski begitu, warga diminta tetap siaga. Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Manado mengimbau masyarakat untuk menjauhi wilayah pantai dan daerah rendah guna mengantisipasi potensi bahaya lanjutan.
Kepala Kantor SAR Manado George Mercy Randang menegaskan, masyarakat harus tetap tenang namun tidak lengah.
“Masyarakat agar tidak panik, tetapi tetap menjauhi pantai dan mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun BPBD,” ujarnya.
Hingga kini, situasi di wilayah terdampak masih dalam pemantauan intensif. Tim SAR gabungan bersama instansi terkait terus bersiaga menghadapi kemungkinan perkembangan situasi.
Data sementara mencatat telah terjadi 25 kali gempa susulan pascagempa utama. Selain itu, otoritas juga mendeteksi adanya kenaikan muka air laut di sejumlah wilayah pesisir.
“Seluruh kondisi masih terus dipantau secara intensif oleh pihak berwenang,” tambah George.
Gempa yang terjadi sekitar pukul 06.48 WITA itu mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.
Berdasarkan laporan sementara:
- 1 orang meninggal dunia
- 2 orang mengalami luka ringan
- Kerusakan meliputi:
- 6 rumah warga
- 4 gedung perkantoran
- 4 rumah ibadah
Salah satu bangunan yang terdampak adalah Gedung KONI di Manado.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan korban meninggal ditemukan di antara reruntuhan gedung tersebut di kawasan Lapangan Sario.
Gempa berpusat sekitar 129 kilometer tenggara Bitung dengan kedalaman 62 kilometer. Getaran terasa kuat selama 15–20 detik, terutama di Bitung dan Manado, hingga memicu kepanikan warga.
Tak hanya itu, fenomena alam juga terjadi sesaat setelah gempa. Warga melaporkan air laut di sejumlah pantai tiba-tiba surut cukup jauh.
Di wilayah Girian Bawah, air laut disebut mundur hingga 7–10 meter dari garis pantai. Sementara di Pantai Candi, Bitung Barat Dua, surutnya mencapai sekitar 5 meter.
Meski peringatan tsunami telah dicabut, pemerintah meminta masyarakat tidak lengah, terutama terhadap potensi gempa susulan.(*)